Pemkot Malang Fasilitasi Produk Olahan Pisang ke Australia dan Selandia Baru

Kebut Penuntasan Administrasi, Pasar Besar Malang Segera Dibangun Pembangunan Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan memperlebar sayap hasil dari olahan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hal itu dibuktikan dengan fasilitas yang disediakan untuk ekspor produk makanan UMKM ke luar negeri.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan negara Australia dan New Zealand yang menjadi tujuan ekspor dari produk UMKM ini.

Ia menambahkan, produk utama yang diekspor adalah keripik. Selain itu, pengiriman ini akan digabung dengan ekspor daun pisang yang akan digunakan sebagai perlengkapan memasak di kedua negara tersebut.

“Ada daun pisang juga untuk diolah menjadi perlengkapan memasak di New Zealand dan Australia. Total jumlah dua barang sekitar 25 ton (25 ribu kilogram), dijadikan satu kontainer,” kata Eko.

Eko mengungkapkan, nilai ekspor makanan olahan dan daun pisang ini diperkirakan mencapai Rp20 miliar, dengan total produk berasal dari sekitar 100 pelaku usaha di Kota Malang.

Ekspor yang direncanakan pada Februari 2025 ini merupakan kelanjutan dari upaya Pemkot Malang dalam membuka peluang pasar luar negeri bagi pelaku UMKM. Sebelumnya, pemerintah kota telah memfasilitasi ekspor pelet kayu ke Korea Selatan.

Eko menegaskan bahwa semua UMKM di Kota Malang berpeluang mendapatkan fasilitas ekspor, asalkan memenuhi persyaratan legalitas, seperti surat izin usaha perdagangan (SIUP), nomor induk berusaha (NIB), dan izin edar.

“Kalau sudah terpenuhi dan permintaan dari pasar ada, kami langsung siapkan semua prosesnya,” katanya.

Dengan adanya program ini, Pemkot Malang berharap produk-produk UMKM dapat berkembang dan menembus pasar internasional. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai pelatihan bagi pelaku usaha.

“Tentu kami menyiapkan pelatihan. Untuk 2024, dari hasil pendataan yang telah kami lakukan, jumlah UMKM di Kota Malang sekitar 48 ribuan,” tutup Eko. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com