Pemkot Malang Bantu Biaya Perawatan Korban Luka Ledakan Petasan di RS Lavallete

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menghadiri acara Satgas Pramuka, hari ini, Jumat (21/3/2025) (blok-a/Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat menghadiri acara Satgas Pramuka, hari ini, Jumat (21/3/2025) (blok-a/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Pemkot Malang turut membantu biaya perawatan korban luka akibat ledakan petasan yang terjadi di Jalan Piranha Atas 1 Timur RW 1 RT 1.

Seperti diketahui, korban ledakan petasan itu ada lima anak. Ada dua yang hingga kini masih dalam perawatan pasca operasi di RS Lavallete.

“Soal yang petasan itu sudah kami bantu. Ada dua yang rawat inap kemudian tiga rawat jalan,” jelas Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat ke blok-a.com, Jumat (21/3/2025).

Dia menjelaskan, bantuan dari Pemkot Malang itu teruntuk dua korban yang terluka parah dan BPJS Kesehatan tidak bisa mengcover biaya perawatan.

Wahyu pun memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif untuk datang ke RS Lavallete melihat kondisi korban dan berkoordinasi dengan RS Lavellete.

Hasilnya, biaya dari RS Lavallete ditanggung oleh Pemkot Malang.

Sebagai informasi sebelumnya, biaya kedua korban ini ialah kurang lebih Rp 32 juta untuk operasi, di luar biaya ruang perawatan dan juga obat-obatan. Donasi pun telah dilakukan untuk membayar biaya operasi kedua korban. Hal ini dikarenakan kedua orang tua korban tidak mampu membayar.

Tidak Tercover BPJS, Uang Donasi Dibuka untuk Korban Luka Ledakan Petasan di Kota Malang

“Ada yang harus masuk rumah sakit juga dan tidak bisa dicover oleh BPJS tetapi tadi Pak Kadinkes sudah ke sana untuk melihat kondisinya dan sudah koordinasi dengan pihak RS Lavallete, jadi pembiayannya ditanggung Pemkot Malang,” bebernya.

Wahyu menjelaskan, bantuan ini dikarenakan korban adalah warga Kota Malang. Dia juga sudah telah melarang penggunaan petasan di Kota Malang.

“Tapi kalau ada yang masih bandel tentu akan ada sanksi apabila tetap melanggar larangan itu,” tuturnya.

Dengan adanya kejadian ini, Wahyu bakal mengintensifkan Satpol PP Kota Malang untuk berkeliling memantau kegiatan jual beli petasan dan mainan petasan.

“Ya nanti kami ada tim dengan Polresta untuk selalu memberikan imbauan pada masyarakat terutama hal-hal yang kita larang pasti akan ada dampaknya. Terutama petasan ini sebenarnya tidak boleh,” kata dia. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com