Sidoarjo, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akan menggelar operasi pasar beras murah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai Rabu (17/9/2025).
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir di 24 desa/kelurahan setiap harinya hingga seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo terlayani.
Masing-masing desa/kelurahan akan mendapat jatah 3 ton beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp55 ribu per kemasan. Penjualan dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB sesuai jadwal yang telah dikirimkan ke masing-masing desa, termasuk pada akhir pekan 20–21 September 2025.
Bupati Sidoarjo Subandi meminta dukungan penuh dari pihak kecamatan dan pemerintah desa/kelurahan agar operasi pasar ini berjalan lancar.
“Tolong untuk diperhatikan, karena ini program pemerintah pusat dari Presiden Prabowo Subianto, mari kita berperan bersama-sama untuk mensukseskannya. Apabila pendistribusian beras ini selesai, saya yakin masyarakat Sidoarjo tidak akan kekurangan beras,” pesan Subandi kepada seluruh camat, kepala desa, dan kepala kelurahan saat zoom meeting di CoC Sidoarjo, Selasa pagi (16/9/2025).
Pemkab Sidoarjo menargetkan penyaluran 6.750 ton beras SPHP. Saat ini, realisasi distribusi baru mencapai 1.592 ton, sehingga masih ada 5.158 ton beras yang siap disalurkan.
Untuk mempercepat penyaluran, ASN dan pegawai BUMD diwajibkan ikut membeli beras SPHP seharga Rp60 ribu per kemasan.
“Biar beras ini segera terjual habis, saya mohon kepala desa bersama perangkat desa serta ASN pemerintah daerah untuk berpartisipasi membeli dan membantu menjual beras SPHP kepada masyarakat,” imbuh Subandi.
Pemkab Sidoarjo juga menggandeng Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo agar distribusi beras berjalan tertib dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Widiyantoro Basuki, mengingatkan agar pemerintah desa menyiapkan lokasi penjualan.
“Saya berharap di balai desa sudah disiapkan tempat untuk penataan beras dan tempat penjualannya. Karena kami langsung melakukan penjualan dan targetnya habis,” ujarnya.
Widiyantoro juga meminta dukungan kecamatan dan desa untuk membantu mengatur pembelian beras oleh masyarakat agar berjalan tertib.
“Kami minta dukungan kecamatan dan desa untuk mengatur pembelian beras nanti,” harapnya.(fah/lio)










Balas
Lihat komentar