Pemkab Gresik Targetkan 190 Gerai KDKMP Beroperasi 10 November 2026

Rapat koordinasi percepatan operasionalisasi KDKMP yang berlangsung di Gedung WEP, Kamis (22/10/2026).(blok-a.com/ivan)
Rapat koordinasi percepatan operasionalisasi KDKMP yang berlangsung di Gedung WEP, Kamis (22/10/2026).(blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mematangkan persiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari 259 gerai yang telah terdata, sebanyak 190 gerai diverifikasi secara faktual ditargetkan mulai beroperasi serentak pada 10 November 2026.

Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan operasionalisasi KDKMP yang berlangsung di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan itu, Asluchul Alif menegaskan bahwa KDKMP diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Melalui koperasi ini, aktivitas usaha masyarakat diharapkan semakin berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.

Menurutnya, percepatan operasionalisasi tidak cukup hanya mengandalkan penyelesaian pembangunan fisik gerai. Ketersediaan sarana dan prasarana, kesiapan pengelola, serta sistem manajemen yang memadai juga menjadi faktor penting agar koperasi dapat berjalan optimal.

Pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Gresik sendiri dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara melalui kerja sama dengan TNI. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyediaan fasilitas koperasi di berbagai wilayah.

Di sisi lain, Pemkab Gresik mulai mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan koperasi setelah gerai resmi beroperasi. Para calon manajer juga telah disiapkan untuk membantu menjalankan kegiatan usaha di masing-masing unit.

“Manajer-manajer sudah hadir dan sudah siap untuk membantu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk beroperasional secepatnya,” ujar Asluchul Alif.

Ia menjelaskan, keberadaan bangunan yang telah selesai belum otomatis menjamin koperasi bisa langsung menjalankan seluruh kegiatan usahanya. Dukungan fasilitas dan tata kelola yang baik diperlukan agar operasional berjalan efektif dan berkelanjutan.

Karena itu, pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung terus dikebut, terutama pada gerai yang telah memenuhi persyaratan untuk segera beroperasi. Langkah ini dilakukan agar fasilitas yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat.

Pada tahap awal, kegiatan usaha setiap KDKMP akan menyesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan masing-masing koperasi. Dengan demikian, pengembangan unit usaha dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.

Hasil verifikasi dan validasi juga menemukan sejumlah koperasi yang telah memiliki fasilitas pendukung, di antaranya klinik dan apotek. Fasilitas tersebut berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari layanan koperasi sesuai kesiapan pengelolaan dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah untuk menyelaraskan kesiapan bangunan, tenaga pengelola, serta kebutuhan operasional sebelum peluncuran serentak yang ditargetkan pada 10 November mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kapolres Gresik AKBP Ramadan Nasution, para calon manajer KDKMP Kabupaten Gresik, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Gresik, serta sejumlah pihak terkait. (Ivn)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, kelautan, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten Gresik dan sekitarnya.