Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto resmi memulai pembangunan Jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, yang menghubungkan wilayah Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik. Ditandai dengan peletakan batu pertama yang digelar pada Rabu (16/4/2025).
Acara ini dihadiri oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, jajaran Forkopimda, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gresik, Bakorwil Bojonegoro, serta sejumlah pejabat dari provinsi dan instansi vertikal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Reynaldi, dalam sambutannya melaporkan bahwa jembatan ini awalnya dibangun pada tahun 2001 dengan konstruksi besi sederhana sepanjang 66 meter dan lebar 2 meter.
Karena keterbatasannya, jembatan tersebut hanya mampu dilalui oleh kendaraan roda dua dan sepeda.
“Jembatan ini sempat mengalami kerusakan parah akibat luapan Sungai Kali Lamong, terutama pada tahun 2018 dan 2021. Bahkan, pada 2021 kemiringan jembatan mencapai 60 derajat sehingga tidak dapat dilalui lagi. Penanganan sementara dilakukan oleh pemerintah desa bersama BPBD dan DPUPR Mojokerto,” jelasnya.
Setelah melalui proses panjang, pembangunan kembali jembatan ini akhirnya dapat direalisasikan melalui dana hibah dari pemerintah pusat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tahun 2021.
Jembatan Talunbrak kini masuk dalam daftar proyek strategis kabupaten dan menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati Mojokerto.
Jembatan baru ini dirancang sepanjang 60 meter dengan lebar 6 meter, sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat.
Konstruksinya menggunakan tiang pancang sedalam 22 meter, yang dilindungi oleh sheet pile sepanjang 15 meter guna menjaga fondasi dari gerusan air sungai.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek vital ini.

Ia menegaskan pentingnya jembatan Talunbrak sebagai penghubung antara Mojokerto dan Gresik dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya masyarakat.
“Konektivitas antar wilayah sangat penting, dan jembatan ini menjadi salah satu akses vital. Kami berharap proses pembangunan ini berjalan lancar, dengan lima prinsip, yaitu tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran, dan tepat administrasi,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu.
Ia juga meminta dukungan dari aparat penegak hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan, untuk turut mengawasi pelaksanaan proyek agar sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan akuntabel.
Bupati juga memohon pengertian dari masyarakat apabila selama proses pembangunan terdapat gangguan aktivitas akibat alat berat maupun proses konstruksi lainnya.
“Saya ucapkan selamat kepada masyarakat Desa Talunbrak dan sekitarnya. Insyaallah, jembatan ini akan memberikan manfaat besar setelah selesai nanti,” tambahnya.
Bupati menambakan, rekonstruksi jembatan ini merupakan bagian dari pada program seratus hari kerja yaitu program pengembangan wilayah perbatasan Mojokerto dengan wilayah sekitar.
“Alhamdulillah salah satunya telah tercapai pada hari Ini yaitu rekonstruksi jembatan Talunbrak yang mendapatkan anggaran dari pusat berupa hibah rehabilitasi konstruksi,” pungkasnya.
Adapun pembangunan jembatan Talunbrak menelan anggaran sebesar Rp14,5 miliar, dengan target penyelesaian pada 20 Oktober 2025.(sya/lio/adv)









