Sidoarjo, blok-a.com – Hasil pekerjaan pembangunan ruang IGD lantai 3 RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) Krian, mendapat perhatian Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana. Meski baru Desember 2025 lalu rampung, sejumlah lantai mengelupas dan di beberapa ruangan terlihat atapnya mengalami kebocoran.
Melihat hasil pekerjaan seperti itu, Wabup Mimik Idayana tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Berkali-kali ia melontarkan kata “blacklist” ke Sekda Fenny Apridawati yang mendampinginya saat Sidak dilakukan.
“Blacklist kontraktor pelaksana pekerjaannya, jika tidak segera melakukan perbaikan. Ruang IGD seharusnya sudah dapat digunakan untuk pelayanan gawat darurat, namun saat ini belum bisa difungsikan,” terangnya.
“Ini harus dipertanggungjawabkan. Ternyata banyak sekali pekerjaan bangunannya yang amburadul. Siapapun yang mengerjakan harus bertanggung jawab. Karena pembangunan ruang ini menggunakan anggaran DAK,” ucapnya.
Dia pun minta kontraktor yang mengerjakan kegiatan infrastruktur pemerintah, agar tidak main-main dengan pekerjaannya.
“Pembangunan yang dilakukan harus sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan. Jangan asal-asalan jika tidak ingin mendapat sanksi. Blacklist pasti akan kita dilakukan jika tidak ada tanggung jawab pekerjaannya,” ujarnya.
“Ke depan jangan main-main menggunakan duit APBD. Karena ini uang rakyat yang harus kita pertanggung jawabkan kepada rakyat. Kerjakan semaksimal mungkin, kalau tidak sanggup mundur,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sidoarjo Barat, dr Abdillah Segaf Al Hadad, mengatakan IGD lantai 3 yang selesai pengerjaannya masih dalam masa pemeliharaan.
Menurutnya, sesuai kontrak, ada 6 bulan masa pemeliharaan sejak penyerahan pekerjaan bulan Desember 2024 lalu. Namun hingga bulan April 2025 ini masih belum ada perbaikan sama sekali.
“Saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Kita juga sudah bersurat ke vendor fisik. Jika dihitung mulai bulan Januari, harusnya masa perawatan berakhir bulan Juni. Padahal bulan Juli kita sudah harus pindah menempati ruangan tersebut untuk ICU dan Peristi,” jelasnya.
“Namun karena masih ada hal-hal yang harus diperbaiki, maka tidak bisa segera pindah. Seharusnya pihak vendor fisiknya gercep untuk memperbaikinya,” imbuhnya memungkasi.(fah/lio)




