Kota Malang, blok-a.com – Realisasi investasi di Kota Malang pada triwulan I 2026 baru mencapai sekitar Rp790 miliar atau masih jauh dari target tahunan sebesar Rp3,3 triliun. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Malang menyiapkan strategi baru untuk menggenjot capaian investasi pada caturwulan ketiga dan keempat.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan perlambatan investasi tidak hanya terjadi di Kota Malang, tetapi juga dirasakan secara nasional. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang belum stabil sehingga banyak investor masih memilih menahan investasi.

“Pertama secara umum, investasi memang menurun secara nasional. Karena memang ini kadang linear dengan kepercayaan para investor untuk menunjang tingkat investasi atau kenaikan ekonomi. Orang banyak menahan uangnya, menahan dananya untuk masih wait and see bagaimana pertumbuhan ekonomi yang ada,” kata Ali.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kota Malang. Karena itu, capaian investasi yang belum memenuhi target akan dievaluasi dengan menyiapkan berbagai stimulan pada paruh kedua tahun ini.
“Kita akan ada stimulan-stimulan. Salah satunya melihat kawasan-kawasan mana yang nanti ada skema-skema baru. Caturwulan kedua ini belum sesuai target, maka di caturwulan ketiga dan keempat tentu kita akan ada strategi baru,” ujarnya.
Ali mengatakan Pemkot Malang saat ini masih menggodok bentuk stimulan yang akan diberikan. Pemerintah juga tengah memetakan sektor-sektor ekonomi yang masih memiliki potensi untuk menarik investasi di tengah perlambatan ekonomi.
Menurutnya, sektor properti menjadi yang paling terdampak. Berdasarkan komunikasi dengan para kontraktor dan pengembang, daya beli masyarakat terhadap properti turun drastis hingga lebih dari 50 persen.
“Investasi properti sangat menurun karena komunikasi dengan beberapa kontraktor developer memang daya beli properti sangat menurun drastis, hampir di atas 50 persen,” ungkapnya.
Meski demikian, Ali menegaskan Pemkot Malang tetap optimistis target investasi Rp3,3 triliun dapat dikejar hingga akhir tahun. Optimisme itu muncul karena masih ada sektor yang menunjukkan tren positif.
“Kalau kita harus tetap optimis. Apapun yang terjadi,” tegasnya.
Ia mencontohkan, sektor perhotelan masih menunjukkan geliat investasi. Bahkan, saat ini terdapat empat rencana pembangunan hotel yang sedang mengurus perizinan.
“Investasi terkait dengan perhotelan kan naik. Pengurusan izin setahu saya dalam tahun ini ada empat hotel yang mau dibangun,” ujarnya.
Ali menambahkan, sektor jasa dan hiburan juga masih memiliki prospek yang baik. Potensi-potensi tersebut akan dipetakan untuk kemudian dipromosikan kepada calon investor.
“Keunggulan-keunggulan itu nanti coba kita petakan lagi menyesuaikan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi, mana segmen dan potensi investasi yang bisa kita presentasikan, kita pasarkan kepada para investor untuk mau menambah investasi di Kota Malang,” pungkasnya. (bob)




