Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang terus berupaya mengatasi masalah banjir yang kerap menjadi keluhan masyarakat saat musim hujan.
Sepanjang tahun 2024, DPUPRPKP telah melakukan perbaikan drainase di sejumlah titik rawan banjir di kota ini.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan perbaikan di belasan lokasi untuk mengurangi potensi genangan.
“Selama satu tahun ini kira-kira kami (DPUPRPKP) sudah mengerjakan belasan kali perbaikan drainase untuk mengatasi permasalahan banjir,” ujar Dandung kepada blok-a.com.
Dandung menambahkan bahwa untuk mewujudkan Kota Malang bebas banjir pada tahun 2028, diperlukan masterplan drainase yang komprehensif. Namun, kendala utama adalah kebutuhan anggaran yang sangat besar.
“Kalau sesuai dengan masterplan drainase, setiap tahun itu kebutuhan anggarannya kurang lebih sekitar Rp 450-500 miliar untuk drainase saja satu tahun,” imbuhnya.
Selama 2024, DPUPRPKP telah menyelesaikan pengerjaan drainase di 16 titik rawan banjir, termasuk di Jalan Cempaka Kuning, Jalan Simpang Gajayana, Jalan Joyo Tambaksari, Jalan Joyo Agung, dan kawasan Janti Selatan. Pengerjaan lainnya juga dilakukan di Jalan Bandulan, Jalan Sebuku, serta Jalan Kyai Parseh Jaya.
Pada bulan September, pengerjaan drainase difokuskan di Jalan Sigura-gura sebagai bagian dari implementasi masterplan drainase.
“Tujuannya untuk mengatasi genangan air yang ada di Jalan Sigura-gura. Juga untuk mengatasi banjir di kawasan Jalan Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Bening,” jelas Dandung.
Strategi Teknis di Jalan Sigura-gura
Menurut Dandung, tahap awal pengerjaan drainase di Jalan Sigura-gura melibatkan pembangunan outlet di bibir Sungai Tawang.
Hal ini bertujuan mengalirkan air hujan langsung ke sungai sehingga mengurangi risiko genangan di kawasan tersebut.
“Jadi outlet kita dahulukan, setelah itu kita bangun salurannya. Kalau ada air terbuang ke outlet. Kalau outletnya belum ada, nanti genangan airnya malah mampet,” terang Dandung.
“Kita bangun outlet di bibir sungai Tawang, bisa terbuang langsung ke sungai. Agar tidak menggenang di jalan sigura-gura,” sambungnya.
Dibangunnya outlet ini juga memberikan dampak positif bagi kawasan Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Bening yang selama ini kerap terdampak banjir.
Selain itu, DPUPRPKP mengganti ukuran box culvert dari diameter 60 cm menjadi 80 cm untuk meningkatkan kapasitas aliran air. Didasarkan pada pengukuran topografi muka bumi untuk mencegah banjir kiriman dari hulu ke hilir.
“Jadi perbaikan ini dikarenakan drainase yang sudah dibangun sejak tahun 2013 ini elevasinya kurang,” tambah Dandung.
Pengerjaan drainase sepanjang 400 meter di Jalan Sigura-gura diproyeksikan selesai pada pertengahan November 2024. Sejauh ini, pengerjaan sudah memenuhi target.
“Jadi pengerjaannya itu panjangnya 400 meter, dengan box culvert. Targetnya di pertengahan November sudah harus selesai,” ungkap Dandung.
Upaya perbaikan drainase ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung target jangka panjang Kota Malang bebas banjir pada tahun 2028.(mg1/lio)









