Kota Malang, Blok-a.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menjadi kunci utama ketepatan penyaluran berbagai intervensi pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat. Hal itu diungkapkannya dalam kegiatan “Launching Singasari” aplikasi tranformasi digital untuk kemajuan desa. Acara tersebut digelar di Hotel Grand Mercure Miramar pada Kamis (20/11/2025) malam.
Dalam kegiatan yang dihadiri 33 kepala daerah ini, Gus Ipul menyampaikan bahwa pemutakhiran data perlu dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah daerah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
“Yang dibutuhkan dari data ini adalah kolaborasi untuk pemutakhiran, karena data ini sangat penting. Kalau datanya akurat, intervensi dari kami juga akan tepat sasaran dan berdampak,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, data DTSEN yang sesuai dengan kondisi lapangan akan mempermudah integrasi program antara pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut sekaligus menghindari munculnya ego sektoral.
“Sehingga ego sektoral bisa dihindari,” ucapnya.
Gus Ipul juga menyebut bahwa komitmen kolaborasi ini sudah terlihat dari penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan BPS kabupaten/kota se-Jawa Timur terkait penyediaan dan pengembangan data statistik. Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
“Saya menginformasi bahwa data kami sudah baik, belum semuanya tepat sasaran tetapi jika dibandingkan enam sampai tujuh bulan lalu data kami saat ini semakin akurat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amelia Adininggar Widyasanti menilai Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang paling progresif dalam mendorong pemutakhiran DTSEN melalui kolaborasi kolektif dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Kami bersama Gubernur Jawa Timur sebagaimana yang telah disampaikan Pak Mensos, meluncurkan aplikasi yang namanya Singosari,” kata Amelia.
Aplikasi Singosari merupakan dashboard data lengkap hasil kerja sama BPS Jawa Timur dan Pemprov Jatim. Untuk menyajikan data potensi desa secara terintegrasi dari tingkat provinsi hingga kecamatan dan desa.
“Nanti aplikasi Singosari ini menjadi dashboard lengkap, tidak hanya level provinsi tetapi kabupaten dan kota sampai level kecamatan serta desa. Bisa digunakan bersama pemda provinsi dan kabupaten dan kota untuk merumuskan kebijakan,” tutupnya. (yog)









Balas
Lihat komentar