Mojokerto, blok-a.com – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait beredarnya video joget di Kantor Kecamatan Sooko yang sempat menuai sorotan publik.
Ia meminta agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Mojokerto harus berhati-hati dalam membuat kegiatan, terlebih yang berpotensi menyinggung perasaan masyarakat.
“Kami mengimbau semua camat, perangkat daerah, BUMD, RSUD, maupun pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk tidak membuat kegiatan yang bisa menyakiti hati masyarakat, mengusik hati masyarakat, dan tidak memiliki nilai empati,” kata Gus Barra dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (26/9/2025).
Menurutnya, imbauan itu berlaku bagi seluruh pegawai tanpa terkecuali. Gus Barra menegaskan, Pemkab Mojokerto tidak akan segan menindaklanjuti kasus yang dianggap melanggar disiplin atau menimbulkan keresahan publik.
Terkait insiden di Kecamatan Sooko, ia menyerahkan proses sepenuhnya kepada instansi yang berwenang.
“Kami serahkan semuanya kepada Sekda, Inspektorat, dan BKPSDM untuk ditangani sesuai aturan,” tegasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, memastikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap Camat Sooko.
Proses ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
“Nanti kami akan lihat pasal mana yang bisa menjerat, apakah hukuman disiplin ringan, sedang, atau berat. Hasil pemeriksaan itu akan kami laporkan kepada Bupati,” jelas Teguh.
Sementara itu, Camat Sooko Masluchman menjelaskan bahwa video joget yang viral tersebut diambil saat acara penutupan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) akhir Agustus lalu.
Dalam video itu, tampak seorang pria berjoget bersama perempuan yang disebut artis. Sosok pria tersebut ternyata Kepala Desa Tempuran, Slamet, yang juga menjabat sebagai ketua panitia penutupan acara.
“Yang joget itu Kepala Desa Tempuran. Beliau sekaligus panitia penutupan. Karena punya usaha sound system dan memimpin grup orkes melayu, sekalian ikut mengisi hiburan,” ujar Masluchman.
Ia juga menegaskan, hiburan musik elektone dalam acara tersebut murni partisipasi para kepala desa, tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Bahkan, ia mengaku telah menegur Kepala Desa Sooko yang pertama kali mengunggah rekaman itu ke TikTok sebelum akhirnya viral.
Video berdurasi sekitar 20 detik itu akhirnya memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian menanggapinya dengan santai, tetapi ada juga yang menyindir keras para pejabat.
Meskipun Camat sudah memberikan klarifikasi, sorotan publik belum mereda. Peringatan dari Gus Barra dinilai sebagai upaya menjaga citra dan integritas aparatur sipil negara di hadapan masyarakat.
“ASN harus selalu ingat, mereka bekerja untuk masyarakat. Maka setiap kegiatan harus punya nilai positif, bukan sebaliknya menimbulkan keresahan,” tandas Gus Barra.(sya/lio)










Balas