Sumenep, blok-a.com – Laporan Reses III Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dalam Rapat Paripurna, Selasa (2/9/2025), menyoroti beragam persoalan yang muncul dari serap aspirasi masyarakat.
Agenda reses yang digelar di setiap daerah pemilihan menjadi wadah bagi warga menyampaikan kebutuhan mendasar mereka, mulai dari infrastruktur, sosial, hingga sarana dan prasarana.
Fraksi PDI Perjuangan mencatat bahwa bidang infrastruktur masih mendominasi keluhan masyarakat.
Jalan rusak, irigasi yang tidak memadai, hingga transportasi laut yang terbatas muncul berulang kali dalam setiap dialog dengan warga.
Jalan poros Mandala Dungkek disebut warga harus segera dilebarkan, sementara di kepulauan banyak jalur utama yang kondisinya membahayakan.
Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Abd Rahman mengatakan, masyarakat Desa Pragaan mengeluhkan jalan paving yang tidak lagi layak, sedangkan warga Desa Pakondang Kecamatan Rubaru meminta bantuan pembangunan MCK dan sarana air bersih.
Aspirasi lain datang dari Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, yang jembatan utamanya mengalami kerusakan dan butuh perhatian serius pemerintah daerah.
Di sektor energi, warga Rubaru menuntut penambahan daya PLN. Listrik yang tidak stabil selama tiga tahun terakhir membuat peralatan rumah tangga cepat rusak.
Warga juga menyoroti kelangkaan pupuk dan kendala distribusi yang dialami petani di kepulauan. Bagi masyarakat pesisir, infrastruktur tangkis laut dan akses jalan menjadi syarat mutlak penopang perekonomian.
Tak hanya soal jalan dan irigasi, kelompok tani dan nelayan juga berharap dukungan berupa alat produksi. Gapoktan di Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, meminta bantuan cultivator agar bisa menekan biaya pengolahan lahan. Kelompok perikanan di beberapa wilayah mengeluhkan minimnya sarana pendukung.
Selain infrastruktur, bidang sosial juga mendapat sorotan. Warga Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, meminta perbaikan akses jalan menuju Kapedi. Kondisi masjid, musala, dan madrasah di sejumlah desa juga mendesak untuk direhabilitasi. Aspirasi ini banyak muncul di Dapil II dan Dapil III, yang menurut Fraksi PDI Perjuangan masih tertinggal dari segi pembangunan fasilitas keagamaan.
Kesejahteraan guru tak luput dari perhatian. Fraksi mencatat banyak keluhan terkait minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga pendidik, terutama di wilayah pedesaan.
Menurut mereka, peningkatan kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan.
Di bidang sarana dan prasarana, warga berharap ada dukungan lebih besar terhadap kelompok tani, peternak, dan UMKM. Bantuan modal usaha, pelatihan, serta penyediaan peralatan disebut penting untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Kepala Desa Sogian, Kecamatan Ambunten, menekankan perlunya penguatan usaha mikro agar warga bisa mandiri secara ekonomi.
Fraksi PDI Perjuangan menegaskan, seluruh aspirasi yang terkumpul ini bukan sekadar catatan. Mereka mendesak agar organisasi perangkat daerah (OPD) menindaklanjuti dengan program nyata.
Infrastruktur, sosial, dan sarana pendukung yang memadai diyakini akan mempercepat peningkatan kesejahteraan warga Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan.
Dengan menyoroti isu-isu mendasar, Fraksi PDI Perjuangan berharap pemerintah daerah tidak hanya mendengar, tetapi juga segera bertindak. Aspirasi masyarakat, kata mereka, harus menjadi pijakan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan di tahun-tahun mendatang. (ram/lio)










Balas
Lihat komentar