Jember, Blok-a.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember berhasil memproses 70 dokumen kependudukan dalam sehari melalui layanan “Monalisa” di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (8/4/2026). Layanan ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, yakni “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa).
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Kantor Desa Suco menjadi lokasi pelayanan yang memproses berbagai dokumen. Mulai dari perekaman dan cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pengurusan akta kelahiran dan akta kematian.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember, Bambang Saputro, yang hadir langsung memantau jalannya pelayanan, menyatakan kepuasannya atas respons masyarakat Mumbulsari.
“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Angka 70 dokumen dalam sehari ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan masyarakat akan layanan jemput bola seperti ini. Kami melihat warga datang dengan wajah optimis karena urusan mereka bisa selesai di tempat tanpa prosedur yang berbelit,” ungkapnya.
Layanan ini memberikan kemudahan bagi warga, terutama lansia atau mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk pergi ke Kantor Dispendukcapil pusat di kota Jember. Selain itu, layanan diberikan secara gratis tanpa biaya tambahan, sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi ekstra.
Sejak diluncurkan pada awal Januari 2026, program Bunga Desaku telah memetakan desa-desa yang memiliki tantangan administratif tinggi. Mumbulsari menjadi salah satu prioritas karena merupakan wilayah dengan populasi cukup padat dan dinamis.
Kehadiran tim langsung di lokasi memangkas praktik percaloan karena warga bisa berkomunikasi langsung dengan petugas resmi dan mendapatkan penjelasan yang jelas.
Bambang mengingatkan bahwa layanan administrasi kependudukan kini sudah tersebar di masing-masing kantor kecamatan. Namun, kehadiran tim Monalisa di desa merupakan bentuk intervensi khusus untuk mempercepat penyelesaian masalah administratif yang mungkin sudah tertunda bertahun-tahun.
Dengan data kependudukan yang akurat, penyaluran bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga program beasiswa pendidikan akan menjadi lebih tepat sasaran.
Sementara itu, terkait isu kelangkaan blangko KTP di beberapa daerah lain di Indonesia, pihaknya memeastikan hal tersebut tidak terjadi di wilayahnya. Bambang memberikan jaminan ketersediaan blangko KTP hingga akhir tahun anggaran, stok logistik tetap aman dan mencukupi. (yas/rio/ova)










Balas
Lihat komentar