Magetan, blok-a.com – Atap ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ngelang, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu (12/2/2025) akibat termakan usia. Tiga ruang kelas lainnya juga dilaporkan nyaris mengalami hal serupa.
Akibatnya, sekitar 18 siswa dari kelas 1 hingga 4 harus dipindahkan sementara ke musala dan ruang kelas lain karena bangunan tersebut sudah tidak layak huni dan membahayakan. Beruntung, saat insiden terjadi, tidak ada aktivitas belajar-mengajar sehingga tidak menimbulkan korban.
Menyikapi insiden tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Magetan, Suratno, langsung meninjau lokasi pada Kamis (13/2/2025).
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian lebih terhadap infrastruktur pendidikan dasar di Magetan.
Pihaknya mengaku telah melakukan verifikasi terhadap 59 SD yang kondisinya serupa di Kabupaten Magetan sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan.
“Namun setelah kami lihat data, belum ada SDN Ngelang masuk dalam daftar sekolah yang akan diperbaiki. Tapi alhamdulillah, dengan kejadian ini membuka mata kita bahwa pendidikan dasar di Magetan perlu sentuhan dan menjadi prioritas unggulan untuk anak didik kita. Terbukti ada empat kelas yang sudah tidak layak untuk proses belajar mengajar,” ujarnya.
DPRD Magetan berencana menjadikan perbaikan SDN 1 Ngelang sebagai prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2025.
“Insyaallah APBD Perubahan nanti akan menjadikan ini sebagai skala prioritas di 2025,” kata Suratno.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak dalam menangani situasi agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
Suratno memastikan bahwa perbaikan SDN 1 Ngelang akan menjadi perhatian khusus dalam perencanaan pembangunan ke depan.
“Perbaikan SDN 1 Ngelang akan kami bawa dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar). Ini akan menjadi atensi khusus untuk pembangunan. Kami juga segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar data sekolah yang belum diperbaiki bisa diperbarui,” pungkasnya.(nan/lio)









