Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Malang Siapkan Ini

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Malang Siapkan Ini
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Malang Siapkan Ini

Kota Malang, Blok-a.comProvinsi Jawa Timur (Jatim) tengah mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, MM lakukan Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Bencana di Wilayah Jawa Timur dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2023 – 2024 pada hari Senin (9/10/2023) di Kantor BPSDM Jawa Timur.

Sebagai kepala daerah, lanjut dia, Wahyu harus dapat memanfaatkan cadangan beras pemerintah (CBP).

“Kebutuhan masyarakat harus terpenuhi; dengan memanfaatkan CBP maka kebutuhan pangan masyarakat akan aman; kami akan segera pelajari ketentuan yang berlaku untuk segera menjalankan instruksi tersebut” ujar dia.

Saat rakor, lanjut dia, Pemprov Jatim menyebut tengah dihadapkan dengan krisis dampak dari kekeringan. Salah satu dampak yang terasa adalah musim panen padi yang menurun.

Hal tersebut kemudian menyebabkan harga beras di pasar meningkat melampaui harga eceran tertinggi (HET) zona I Jawa yakni Rp 10.900 per Kg. Meski demikian, dia memastikan bahwa CBP cukup untuk digunakan.

“Cadangan beras pemerintah (CBP) cukup, kalau bisa dimanfaatkan 100 ton saja bisa memberi solusi untuk mengatasi bagi yang terdampak,” lanjutnya.

Untuk menghadapi kekeringan, Wahyu berhak untuk mengajukan SK Tanggap Darurat. Sehingga, Pemkot Malang bisa mengajukan hak mendapatkan CBP dari bulog terdekat. Apabila stok 100 ton CBP habis, maka pihaknya bisa mengajukan kembali ke Pemprov Jatim.

Dari arahan tersebut, memang Jawa Timur cukup terdampak besar kekeringan ekstrem yang diakibatkan oleh musim kemarau el nino.

Dalam beberapa bulan, tercatat sudah ada 21 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang mengalami kekeringan ekstrem. Wilayah-wilayah tersebut menderita kekeringan dan hari tanpa hujan di atas dua minggu, sehingga banyak kekurangan air,” ujar dia.

Ke depan, pihaknya juga segera melakukan normalisasi pada sungai-sungai dan saluran air. Hal itu untuk menghadapi kemungkinan dampak badai La Nina.

“Pengerukan sungai dan saluran air tersebut penting dilakukan karena kita juga akan segera menghadapi La Nina, kami akan instruksikan Perangkat Derah terkait untuk melaksanakannya,” tandasnya. (mg2/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?