100 Hari Kerja Yani-Alif, Capaian Penanganan Banjir dan Pengangguran di Gresik Jadi Perhatian 

Pemaparan capian 100 Hari Kerja Yani-Alif, di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Senin (16/6/2025). (Istimewa)
Pemaparan capian 100 Hari Kerja Yani-Alif, di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Senin (16/6/2025). (Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus tancap gas mewujudkan visi-misi Nawakarsa di bawah kepemimpinan H. Fandi Akhmad Yani dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif (Yani-Alif).

Hal itu dibuktikan dari capaian 100 Hari Kerja yang dipaparkan langsung oleh Plt Bupati Gresik didampingi Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahurrahman, Senin (16/6/2025), di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik.

Menurut dr. Alif, program 100 Hari Kerja bukan sebatas ukuran kinerja, tapi juga menjadi langkah awal dan evaluasi demi mewujudkan visi Nawakarsa.

Dalam konferensi pers, Alif menyebut mayoritas program berjalan sesuai rencana, dan tak sedikit yang melampaui target.

“Alhamdulillah, hampir seluruh program tercapai 100 persen, beberapa malah melampaui. Tapi memang masih ada yang perlu penyesuaian sesuai kondisi lapangan yang dinamis,” ujar Alif.

Seperti rehab ruang belajar di 6 SD yang mencapai 120 persen dan aktivasi 282 admin perusahaan dari target 280, menjadi bukti keseriusan Pemkab Gresik memenuhi visi Nawakarsa.

Selain menyampaikan capaian, Plt Bupati juga menyinggung masalah banjir, pengangguran, air bersih, kesehatan, dan stunting yang tengah menjadi fokus pemerintah.

Terkait banjir, Alif menyebut koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berjalan demi menemukan solusi. Langkah konkret yang tengah diterapin antara lain normalisasi saluran, pembuatan kolam retensi, dan pembebasan lahan.

“Saya mengapresiasi kerja pemerintah sebelumnya. Banjir memang terjadi, tapi surutnya cepat. Kita terus lakukan normalisasi dan pembangunan kolam retensi demi jangka panjang,” katanya.

Sementara soal pengangguran, Pemkab Gresik tengah gencar menyelenggarakan job fair, walk-in interview, dan mendorong kewirausahaan di sektor pertanian, peternakan, dan lainnya. Hal ini demi terciptanya lapangan kerja dan naiknya perekonomian masyarakat.

Selain masalah kerja dan banjir, pelayanan air bersih juga menjadi fokus.

“Debit air Umbulan memang tengah turun, tapi koordinasi terus dijalin dengan Provinsi demi memenuhi kebutuhan masyarakat Gresik yang terus bertambah,” ujar Alif.

Sektor kesehatan tak luput dari perbaikan. Dalam 100 hari kerja, 6 puskesmas mendapatkan ruang rawat inap, 19 tempat tidur, dan RS Gresik Sehati juga tengah memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan tenaga medis, khususnya untuk pelayanan di Bawean.

Selain itu, upaya pencegahan stunting juga digenjot melalui program Detak Keris, SOTH, Yanda Bunda, dan Gresik Urus Stunting (GUS), yang diterapin sejak pranikah, kehamilan, sampai balita.

“Ini menjadi kerja kolaboratif. Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya. Tapi perjalanan masih panjang, demi Gresik yang lebih unggul nantinya. Masukan dan saran konstruktif selalu terbuka demi perbaikan ke depannya.” pungkas Alif.

Selain Plt Bupati dan Sekda, konferensi pers juga dihadiri perwakilan OPD dan awak media, baik lokal maupun nasional.(ivn/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com