Kadishub Kota Malang Kritik Gelaran Kayutangan Street Style

Kota Malang, blok-A.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, dr. Handi Priyanto, AP, M.Si, tidak menyetujui adanya Kayutangan Street Style.

Handi berharap, fasilitas yang sudah ada agar dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Zebra cross kan untuk orang menyebrang bukan untuk fashion show,” ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa kayutangan merupakan jantung kota oleh karena itu ia berharap agar fasilitas seperti zebra cross lebih difungsikan sebagaimana mestinya.

“Apalagi kayutangan ini kan jantung kota ya, sebisa mungkin tidak ada kemacetan,” ujar Handi.

“Mungkin yang fashion show hanya satu dua orang, tetapi yang melihat acara ini kan banyak,” lanjutnya.

Hal tersebut disayangkan oleh Handi, pihaknya mengatakan bahwa lampu lalu lintas Kota Malang menggunakan sistem auto dinamis, yang artinya sepanjang sinyal tidak bisa menangkap pergerakan mobil.

“Sinyal inframerah kita tidak bisa menangkap pergerakan mobil, makan disitu lampu tidak akan berganti menjadi hijau karena penuh orang berkerumun juga,” jelasnya.

“Ya kasian pengendara nantinya,” lanjut Handi.

Handi juga menjelaskan, bahwa sistemnya tersetting otomatis bukan manual.

“Sistem tersebut tidak terfilet manual, ini otomatis,” tutupnya.

Hal tersebut yang nantinya akan memicu kemacetan panjang jika fashion show tetap dilukakuan di zebra cross.

Sebagai informasi tambahan, dari pemberitaan sebelumnya. Kemacetan parah terjadi di Perempatan Kayutangan, hal tersebut di sebabkan adanya acara Kayutangan street style. Acara yang di inisiatori oleh tiga arek Malang, yang mengaku terispirasi oleh Citayam Fashion Week.

Kemecetan tersebut juga dirasakan oleh juru parkir Kayutangan, ia juga mengeluh atas kemacetan yang disebabkan oleh ketidak matangan rangkaian acara tersebut. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com