Menteri PUPR Sebut Stadion Kanjuruhan Bakal Direnovasi dengan Atap Melingkar Layaknya Stadion Manahan Solo

Tragedi Kelam Kanjuruhan Foto
Tragedi Kelam Kanjuruhan di gate 13 (blok-A/bob bimantara leander)

Kabupaten Malang, blok-A.com – Stadion Kanjuruhan bakal direnovasi. Hal ini buntut adanya tragedi yang menewaskan ratusan jiwa pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menargetkan bahwa renovasi Stadion Kanjuruhan itu bakal selesai pada tahun 2024.

“Karena sudah perintah Presiden. Mudah-mudahan setahun selesai lah,” ungkapnya.

Sementara itu untuk biaya renovasi akan digunakan dana APBN melalui Kementrian PUPR. Dananya sendiri belum disebutkan Basuki untuk merenovasi stadion yang terletak di Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang itu.

Namun, Basuki menjelaskan, renovasi ini akan dilakukan secara total. Sebab dalam kunjungannya kemarin, dia melihat Stadion Kanjuruhan tidak layak untuk keselamatan dan keamanan penonton.

“Kami akan mendesain, untuk direhab total supaya bisa dimanfaatkan lagi agar tidak terjadi musibah lagi. Kalau ini begini saja, tidak layak. Kalau tidak direhab, tidak boleh dipakai lagi,” kata Basuki usai melakukan audit di Stadion Kanjuruhan.

Untuk awal renovasi itu, Basuki akan membuat desain terlebih dahulu. Butuh waktu tiga sampai empat bulan untuk menelurkan desain baru Stadion Kanjuruhan.

Dia menuturkan, Stadion Kanjuruhan nanti akan didesain dengan atap melingkar. Dia menyebut desain yang akan dipakai di Stadion Kanjuruhan seperti Stadion Manahan Solo.

“Setelah ini kita akan membuat desain. Semua tribun akan diperbaiki. Jadi nanti atapnya itu melingkar. Minimal seperti Manahan. Desainnya ini 3, 4 bulan. Nanti 2023 kita mulai,” tuturnya.

Sementara itu, Kementrian PUPR telah melakukan audit Stadion Kanjuruhan pasca traged yang menewaskan 132 korban.

Audit itu bertujuan untuk mengetahui sisi keamanan dan keselamatan penonton saat menonton di tribune Stadion Kanjuruhan.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, hasil auditnya adalah di Stadion Kanjuruhan tidak ada tangga di tribune.

“Pertama tentang tangga-tangga tribune. Tribune ekonomi itu tidak ada tangganya langsung tempat duduku. Naik itu sesak, apalagi turun dalam kondisi panik,” kata dia.

Selain itu, Basuki tidak menemukan adanya pintu darurat di Stadion Kanjuruhan untuk suporter. Dalam kunjungannya ke stadion tersebut, dia melihat memang ada enam pintu besar. Namun itu tidak bisa diakses suporter yang berada di tribune.

“Jadi walaupun pintunya besar bisa diakses mobil, tapi tidak bisa diakses penonton di tribune, Ini juga jadi salah satu penyebab,” imbuhnya.

Basuki melanjutkan beberapa poin hasil audit lainnya diantaranya masalah lampu penerangan. Kemudian juga kondisi kamar kecil yang tidak layak.

“Yang lainnya, penerangannya, kamar kecilnya tidak standart,” jelas Basuki.

Lebih jauh, Menteri PUPR melihat Stadion Kanjuruhan tidak memiliki perimeter selayaknya seperti di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) ataupun stadion lain yang sudah memiliki standar.

“Parameternya, ini di luar gak ada lagi, penyangganya. Jadi kalau penonton turun dari mobil langsung masuk saja di pintu. Tidak seperti di stadion lain, Manahan misalnya,” tukas Basuki. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.