Wow! Khofifah Subsidi Bunga Kredit Pelaku UMKM 9,25 Persen

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi salah satu produk UMKM. (Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com – Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) menyumbang pendapatan domestik regional bruto (PDRB) pendapatan dan belanja Provinsi Jatim sebesar 57,6 persen.

Untuk itu, sektor KUMKM ini didorong maju dan naik kelas, sekaligus menjadi ekonomi inklusif di Jatim selain menjadi penyangga perekonomian Jawa Timur.

Melihat itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berkomitmen mendorong terwujudnya ekonomi inklusif dengan mendongkrak KUMKM. Dengan memberi subsidi suku bunga kredit sebesar 9,25 persen dari 12,15 persen suku bunga bank.

Sehingga fasilitas kredit di Bank UMKM Jatim diberikan dengan suku bunga 3 persen saja.

Program itu dinamakan program kredit sejahtera (Prokesra) melalui Bank UMKM Jatim.

Khofifah melanjutkan, total kredit yang telah disalurkan Bank UMKM dalam jangka waktu 4 bulan ini mencapai Rp15,19 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 1.792 pelaku usaha mikro.

“Semoga Prokesra ini dapat membantu perputaran modal pelaku usaha mikro. Agar mereka tidak lagi meminjam ke rentenir berkedok pinjaman online,” ujar Khofifah.

Selain kredit lunak, Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dan koperasi Jawa Timur.

Peningkatan kualitas ini salah satunya melalui sertifikasi dan standardasi. Pemprov Jatim juga memberi pendampingan untuk branding ulang logo dan kemasan, serta foto produk. Proses rebranding ini difasilitasi melalui Milennial Job Center (MJC).

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim di 2022 lalu mendapat Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat kemasan dari Bank Jatim dan BRI.

“Produk UMKM kita tidak kalah dengan produk di pasaran, apalagi jika dilengkapi sertifikasi dan kualitas kemasannya akan menarik konsumen. Maka berbagai fasilitasi standarisasi produk K- UMKM untuk pembuatan desain logo sampai kemasan ditingkatkan,” jelas Khofifah.

“Syukur Alhamdulillah, di 2022 kami mendapat CSR berupa alat kemasan dari Bank Jatim dan BRI. Ini menjadi bukti terciptanya sinergi dan kolaborasi apik untuk pemberdayaan KUMKM di Jawa Timur,” lanjutnya.

Sesuai data Dinas Koperasi dan UKM, selama 2022, telah dilakukan sertifikasi halal untuk 323 UMKM, sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk 4 UMKM, sertifikasi SNI untuk 2 UMKM, pendaftaran merek untuk 162 produk, serta fasilitasi uji laboratorium untuk 21 produk.

Bidang sertifikasi halal, Dinas KUMKM menggandeng Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur untuk mendorong percepatan sertifikasi halal.

Di bidang legalitas, telah menerbitkan 28 akta notaris badan hukum koperasi serta 1.600 UMKM yang didampingi sampai mendapat nomor induk berusaha (NIB).

Dinas KUMKM juga melatih mereka melalui platform Sijawara+ (Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian).

Selama 2022, ada 3.411 orang telah mendapat e-sertifikat pelatihan SiJawara+, aplikasi penyusunan laporan keuangan koperasi digital dan syariah.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, juga sering menggelar Podcast Sharing Sinobar, agar wawasan KUMKM yang telah sukses, bisa memberi inspirasi kaum milenial.

Selain itu digelar pelatihan workshop digitalisasi pemasaran yang menggandeng Shopee, Tokopedia, Grab, Blibli, Gojek, Lazada dan Kasir Pintar untuk mendorong digitalisasi transaksi oleh UMKM.

Pada 2022, juga telah dilakukan pelatihan on-boarding di kampus UKM Shopee menyasar 2000 pelaku UMKM.

Dengan misi dagang akan ditingkatkan kerja sama dengan masyarakat Jatim di luar negeri. Sehingga KUMKM akan naik kelas, go global, wajib ikut test market atau penjajakan pasar luar negeri, menggandeng diaspora luar negeri.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com