Warga Sempat Dengar Teriakan Saat Ada Perampokan di Rumdin Wali Kota Blitar

rampok di rumah dinas wali kota blitar
Penjagaan di halaman rumah dinas Wali Kota Blitar.

blok-a.com – Rumah dinas (rumdin) Wali Kota Blitar di Jalan Sodanco Supriyadi, Kota Blitar, Jawa Timur disatroni perampok, Senin (12/12/2022) dini hari. Warga yang melintas usai melaksanakan jamaah salat subuh mengaku sempat mendengar teriakan dari dalam rumdin tersebut.

Diketahui, lokasi rumdin Wali Kota Blitar dekat dengan Masjid Syuhada Haji.

Faizin, salah satu warga yang melintas di usai peristiwa terjadi, mengaku mendapat informasi perampokan dari sejumlah jamaah salat subuh yang lebih dulu berada di dekat lokasi.

“Saya lewat depan rumah dinas wali kota sekitar pukul 04.05 WIB. Saya lihat banyak mobil polisi di depan rumah dinas,” kata

Faizin melihat jamaah salat subuh lain juga sempat memantau ke halaman rumdin kala mobil polisi berdatangan.

“Katanya terjadi perampokan di rumah dinas. Jamaah salat subuh sempat dengar teriakan minta tolong dari dalam rumah dinas,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Polres Blitar Kota AKBP Argowiyono mengatakan peristiwa perampokan terjadi sekira pukul 03.00 sampai pukul 04.00 WIB.

Perampok yang diperkirakan berjumlah lima orang itu diduga masuk melalui pintu samping barat rumdin tersebut. Bahkan, Argo menyebut, aksi ini sempat terekam CCTV bagian dalam rumdin.

Diaporkan perampok sempat menyekap Wali Kota Blitar Santoso, istri dan tiga penjaga rumah. Serta mengancam dengan senjata tajam untuk menyebutkan lokasi penyimpanan barang berharga.

Argo mengungkapkan, wali kota dan istrinya disekap di dalam kamar.

“Yang disekap pak wali dan ibu, serta tiga orang penjaga. Tapi, kondisi Wali Kota dan istri saat ini baik-baik saja,” ujar Argo.

Meski tidak ada yang terluka, kata Argo, perampok berhasil membawa uang tunai dan sejumlah barang berharga lainnya.

“Uang cash dan perhiasan milik Bu Wali. Nilai uang cash kurang lebih Rp 400 juta,” jelas Argo.(lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?