Warga Perumahan di Pandanwangi Terendam Air, Telpon BPBD-Sutiaji Langsung ke Lokasi Bongkar Penyebab Banjir

Tampak depan perumahan De Cluster Nirwana Pandanwangi, Jumat (10/2/2023) (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Nur Cholis RT 11 RW 03 Perumahan De Cluster Nirwana Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang kalut pada Rabu (8/2/2023). Rumahnya yang ditempatinya 2014 lalu kelelep banjir.

Kala itu, siang memang hujannya cukup deras tidak seperti hujan beberapa hari yang lalu. Dia pun sudah memprediksi akan terjadi banjir di Perumahan De Cluster Nirwana atau tepatnya rumahnya.

Rumah Nur Cholis dan tetangganya pun berada di bagian bawah perumahan. Kontur rumahnya dari jalan adalah menurun. Banjir pun berpotensi tinggi terjadi menggenang rumahnya.

“Hujannya deres dan ini pasti banjir,” tuturnya ke blok-a.com, Jumat (10/2/2023).

Tebakannya pun benar. Rumahnya yang hanya berjarak 2 meter dari aliran sungai dan hanya dibatasi tembok setinggi 2 meter tertimpa banjir.

Banjir pun datang pada sore harinya. Aliran air sudah setinggi paha orang dewasa. Beberapa warga bingung saat banjir di Perumahan De Cluster Nirwana datang.

BPBD Kota Malang pun langsung turun ke lokasi. Kata Nur, petugas BPBD membawa perahu karet. Tujuannya untuk mengevakuasi warga. Dari data yang dikumpulkan blok-a.com, setidaknya 30 rumah terendam banjir dan juga 15 warga sempat dievakuasi.

Yang diutamakan waktu itu adalah anak-anak dan ibu hamil.

“Iya di evakuasi semua anak-anak itu,” tututrnya.

Tangkapan layar evakuasi anak di perumahan kelurahan Pandanwangi Kota Malang, Rabu (8/2/2023) (dok. Relawan BPBD Kota Malang)

Nur pun mengaku banjir seperti ini baru sekali terjadi selama 7 tahun terakhir. Pada tahun 2016 lalu juga terjadi banjir cukup parah. Dia pun sudah melaporkan ke Pemkot Malang kala itu.

“Ini banjir terparah kedua kalinya. Yang pertama itu adalah di tahun 2016 banjir dan dibuatkan gorong-gorong di belakang SMP 24 setinggi 24 meter,”ujarnya.

Penyebab Banjir dan Telpon Pemkot Malang

Saat banjir di Perumahan De Cluster Nirwana Kelurahan Pandangwangi Kecamatan Blimbing, Nur Cholis langsung menghubungi BPBD Kota Malang Prayitno pada Rabu (8/2/2023).

“Saya bilang ke Pak Prayit agar pak Wali Kota Malang (Sutiaji) meninjau langsung ke perumahan ini,” tuturnya.

Namun sayangnya Prayitno waktu itu menyebut Wali Kota Malang, Sutiaji sedang berada di luar kota dan tidak bisa meninjau langsung banjir di Perumahan De Cluster Nirwana Pandanwangi.

“Katanya di Jakarta dan tidak bisa meninjau,” ujar Nur ke blok-a.com.

Kota Malang, blok-a.com - Nur Cholis RT 11 RW 03 Perumahan De Cluster Nirwana Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang kalut pada Rabu (8/2/2023). Rumahnya yang ditempatinya 2014 lalu kelelep banjir.
Nur Cholis warga Perumahan De Cluster Nirwana Pandanwangi yang jadi korban banjir, Jumat (10//2/2023) (blok-a/bob)

Namun untungnya, Sutiaji keesokan harinya Kamis (9/2/2023) bersama sejumlah OPD dari BPBD dan juga DPUPRPKP Kota Malang ke lokasi langsung.

Sutiaji bertanya ke warga termasuk ke Nur Cholis terkait penyebab banjir pada tahun 2023 lalu. Hasilnya, diduga banjir itu terjadi karena pengelolaan Pabrik Karet yang bersebelahan dengan Perumahan De Claster Nirwana Pandanwangi.

Nur Cholis menjelaskan Sutiaji langsung sidak ke pabrik karet itu.

“Langsung ke pabrik itu lakukan sidak mas,” kata dia.

Menurutnya, banjir di perumahan itu terjadi karena gorong-gorong yang ada di pabrik tersebut mengalami penyempitan karena endapan lumpur dan juga ada bangunan yang ada di atas gorong-gorong serta penyempitan sungai.

“Hasilnya air yang harusnya mengalir ke sungai tidak bisa lancar dan kembali ke perumahan ini airnya,” kata dia.

Sementara itu, Sutiaji saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa setelah sidak di pabrik karet didapati langkah yang harus dilakukan yakni melakukan normalisasi sungai. Yang berada tepat di samping perumahan De Claster Nirwana Pandanwangi.

Wali Kota Malang, Sutiaji saat sidak penyebab banjir di Perumahan di Kelurahan Pandanwangi Kota Malang, Kamis (9/2/2023) (blok-a.com)
Wali Kota Malang, Sutiaji saat sidak penyebab banjir di Perumahan di Kelurahan Pandanwangi Kota Malang, Kamis (9/2/2023) (blok-a/bob)

“Pertama yang dilakukan membongkar bangunan di atas sungai, tetapi kami lakukan dengan persuasif. Dan ternyata mendapat izin dari pemilik,” terang Sutiaji.

Masih kata Sutiaji, usai dilakukan pembongkaran bangunan yang diduga penyebab banjir di Kelurahan Pandanwangi itu selanjutnya sungai dikeruk dan berkirim surat pelebaran ke BBWS.

“Semoga dengan dibongkar dan dikeruk tidak terjadi banjir lagi. Kalau pelebaran wilayahnya di BBWS, nanti akan bersurat kesana,” tandas Sutiaji.

Usai Pemkot Malang, mendatangkan Begho atau mesin pengerukan untuk mengatasi permasalahan banjir, perwakilan pemilik Pabrik Karet Yudi Hartono mengatakan, pihaknya mempersilahkan Pemkot untuk membongkar bangunan yang berada di atas sungai.

Yudi sendiri, sebenarnya juga ingin mengetahui penyebab banjir di kawasan tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji saat sidak penyebab banjir di Perumahan di Kelurahan Pandanwangi Kota Malang, Kamis (9/2/2023) (blok-a.com)
Wali Kota Malang, Sutiaji saat sidak penyebab banjir di Perumahan di Kelurahan Pandanwangi Kota Malang, Kamis (9/2/2023) (blok-a/bob)

“Kalau memang sudah dibongkar, terus banjir kan bukan salah pabrik ini berarti. Karena dulu saat pabrik masih aktif, kami selalu melakukan pengerukan, namun saat itu belum banyak perumahan,” ucapnya.

Yudi menambahkan, sebelum ada perumahan itu tidak pernah terjadi banjir. Karna dulunya sungai di sekitar itu hanya untuk irigasi sawah.

“Dulu saat pabrik ini masih beroperasi, pemilik sering membersihkan sampah di kawasan sungai. Sekarang karena sudah tutup, ya tidak pernah lagi,” bebernya.

Pabrik pengolahan karet sendiri menurut Yudi sudah sejak 2015 tidak beroperasi. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?