Kesal Tapi Tak Berdaya, Warga Harapkan Konsistensi Penegakan Aturan Knalpot Brong

Pemuda yang diduga geber-geber motornya pakai knalpot brong bikin warga resah diamankan polisi, Minggu (20/11/2022)
Pemuda yang diduga geber-geber motornya pakai knalpot brong bikin warga resah diamankan polisi, Minggu (20/11/2022)

Blok-a.com – Fenomena knalpot brong menjadi salah satu sumber keresahan bagi warga Kota Malang. Suara bising yang meledak-ledak, terutama pada malam hari, sudah menjadi gangguan rutin yang sulit dihindari. Meski keluhan terus bermunculan, banyak warga merasa tidak berdaya, sementara penegakan aturan dinilai lemah dan tidak berkelanjutan.

Di kawasan Tirto, salah satu area yang padat penduduk dan ramai lalu lintas, keluhan tersebut terasa jelas. Wahyu (21), warga setempat, mengaku sudah bertahun-tahun terganggu dengan suara bising knalpot brong yang melintas hampir setiap hari. Sayangnya, ia menilai penertiban yang dilakukan aparat hanya bersifat sesekali dan tidak memberikan perubahan signifikan.

“Setahu saya sih, pernah ada razia, tapi jarang banget. Itu pun biasanya cuma pas momen tertentu. Setelah itu balik sepi lagi,” tuturnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/14).

Bagi Wahyu, penertiban yang hanya hadir sesaat tidak menyentuh akar persoalan. Pelanggar tetap berkeliaran dengan percaya diri karena tahu peluang mereka untuk ditindak sangat kecil.

Penegakan hukum yang tidak konsisten inilah yang menurutnya membuat pelanggaran knalpot brong terus berulang.

“Penindakannya nggak konsisten. Sekali dua kali ditertibkan, tapi habis itu nggak berlanjut. Banyak yang merasa aman karena jarang kena razia, jadi ya mereka pakai aja. Kadang juga buat gaya-gayaan,” tegasnya.

Wahyu berpendapat bahwa selama razia tidak dilakukan secara rutin dan menyeluruh, para pengguna knalpot brong tidak akan memiliki alasan kuat untuk berhenti.

Situasi yang berlarut-larut ini membuat warga seperti Wahyu merasa berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, mereka berharap lingkungan menjadi lebih tenang dan nyaman. Di sisi lain, keluhan yang disampaikan tidak pernah benar-benar menghasilkan solusi.

“Kadang rasanya ya kita cuma bisa ngeluh tapi nggak ada perubahan. Mau protes pun kayak nggak ada tindak lanjut,” katanya dengan nada kecewa.

Meski begitu, harapan warga tidak padam sepenuhnya. Wahyu percaya bahwa dengan penertiban yang lebih rutin dan tegas, kondisi bisa berubah.

“Harapannya penertiban itu benar-benar rutin. Bukan cuma pas viral atau pas ada keluhan saja. Kalau bisa ada sanksi yang tegas biar orang mikir dua kali,” ujarnya.

Baginya, yang diperlukan bukan sekadar razia musiman, tetapi komitmen jangka panjang dari pihak berwenang.

Jika diberi kesempatan menyampaikan langsung kepada aparat, Wahyu mengaku hanya ingin satu hal, yakni keseriusan aparat.

“Saya bakal bilang, tolong seriusin masalah ini. Suara knalpot brong itu bukan cuma ganggu kenyamanan, tapi juga kesehatan dan ketenangan warga. Kami cuma ingin lingkungan yang lebih tenang dan aman,” ucapnya. (mg2/gni)

Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com