KOTA BATU – Masyarakat di RT 4 RW 14 Dusun Matsari Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu kini telah miliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) domestik sendiri. Nantinya IPAL domestik ini berfungsi untuk mengelolah air limbah rumah tangga sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
Pengerjaan IPAL domestik dilakukan warga secara gotong royong sejak bulan November 2020 dengan anggaran sebesar Rp 394.425.000. Bangunan pengelola limbah ini dibangun dalam beberapa bagian seperti bak penyaring, bak pengendap, bak anerobik baffled reactor dan bak aerobik filter.
Sedangkan untuk kapasitas IPAL terpasang di 60 Kepala Keluarga (KK) atau 24 m3 air limbah rumah tangga perhari. Namun dalam pelaksanaan hanya dipergunakan untuk 55 KK dengan 220 jiwa.
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL & KLHK) Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) RI, MR Karliansyah meresmikan secara langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah domestik (IPAL domestik) di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Rabu (3/3).
MR Karliansyah mengatakan bahwa pembangunan IPAL ini adalah bentuk upaya mewujudkan lingkungan yang baik dan bersih di Indonesia. Saat ini Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) melebihi target yakni mencapai 70,20.
Namun IKLH air masih sangat sedikit, mencapai 53. Dimana semestinya harus diatas 55. Salah satu penyebabnya adalah karena limbah rumah tangga belum terolah dengan sempurna. Hal ini yang membuat Kemen LH membangun IPAL ini.
Karliansyah mengaku untuk pembangunan IPAL di Kota Batu ini sebagai pembangunan yang terbaik di Indonesia.
“Pembangunan ini model yang luar biasa, karena dibangun di lahan permukiman penduduk sempit, tidak punya lahan, tapi memanfaatkan areal yang ada seperti jalan di kampung ini,” ujar Karli sapaan akrabnya.
Menurut Karli selama ini bangunan IPAL yang baik masih di Surabaya. Hanya saja disana masih menggunakan ijuk untuk penyaringan.
“Kalau disini lengkap (komponen IPAL), mulai fisik hingga biologi, karena itu saya berani jamin, jika budidaya ikan di sungai di bawah pasti hidup, karena ada proses biologi,” ujarnya.
Disisi lain dalam proyek pembangunan ini dilakukan oleh masyarakat sendiri. Mulai dari merencanakan, membangun hingga pelaksanaannya. Karli pun mengapresiasi dengan apa yang telah dikerjakan masyarakat.
“Di Situbondo ada yang membangun sendiri, tapi di sana masih belum bisa melaksanakan pengelolaan limbah sendiri. Disini luar biasa masyarakat mau terlibat langsung dalam proses pembangunan IPAL ini,” ujarnya.
Karenanya Kemen LH menargetkan akan membangun lagi tiga instalasi IPAL di Kota Batu tahun ini. Dimana ketiga IPAL ini akan ditempatkan di Kelurahan Sisir, Desa Temas, dan Desa Ngaglik.







Balas
Lihat komentar