Wakil Wali Kota Batu Gagal Divaksin, Punya Riwayat Sakit?

Wawali Kota Batu Punjul Santoso Saat Menjalani Skrining
Wawali Kota Batu Punjul Santoso Saat Menjalani Skrining - Foto: istimewa

KOTA BATU – Pencanangan vaksinisasi tahap pertama di Kota Batu telah mulai Kamis (28/1). Vaksinasi pertama kali dilakukan oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko di Pendopo Rumah Dinas (Rumdis). Selain Forkompinda dan tokoh masyarakat yang telah dipilih juga melaksanakan vaksinasi perdana ini.

Namun tidak semua Forkompinda bisa mengikuti vaksin, pasalnya saat dilakukan skrining ada yang dinyatakan tidak lolos yakni Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. Punjul tak lolos karena tingginya tekanan darah dan memiliki penyakit komorbid.

“Iya saya hari ini gak bisa ikut karena tensinya tinggi 145/90. Yang boleh ikut itu tensinya 140/90,” katanya saat ditemui di Pendopo Rumdis Wali Kota.

Selain itu Punjul juga memiliki penyakit bawaan atau komorbid yakni diabetes melitus. Dimana hasil tes HbA1C menunjukan 8,6 persen. Sehingga pihaknya harus menunda vaksinisasi.

“Tanggal 22 Januari kemarin hasil tes HbA1C nya memang tinggi 8,6 persen. Padahal normanya dibawahnya 5,8 persen. Karena masih jauh dari normal makanya tidak diperkenankan dulu,” imbuhnya.

Meskipun begitu pihaknya masih bisa mengikuti vaksinisasi setelah dua minggu. Selain itu juga harus dilakukan skrining pemeriksaan sebelum melakukan vaksin.

Politisi PDIP ini juga mulai menjag pola makan agar gula darah dalam tubuhnya bisa kembali normal. “Kalau diabetes memang seperti itu, kecapekan langsung tinggi, mikir terlalu berat tinggi. Apalagi pola makan ini yang benar-benar harus diatur,” bebernya.

Meskipun begitu untuk pencanangan vaksinisasi perdana ini ada 9 orang yang dapat mengikuti. Diantaranya Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Ketua DPRD Batu Asmadi, Kejari Batu Supriyanto, dan Danpoltekad dr Nugraha Gumilar.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com