Blok-a.com – Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berseragam organisasi masyarakat (ormas) tengah memalak seorang sopir truk di Bogor.
Aksi premanisme itu viral setelah direkam oleh sopir truk dan kemudian diunggah oleh akun Twitter @Midjan_La_2 pada Selasa (16/5/2023).
Tak diketahui pasti kapan peristiwa itu terjadi, namun menurut keterangan unggahan, aksi pemalakan itu terjadi Jalan Raya Bantar Jaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Seorang pengemudi merekam dugaan pemalakan yg terjadi di Jl. Raya Bantar Jaya, Kec. Rancabungur, Bogor. Di dlm video seorang berseragam ormas berdebat dan mengancam pengemudi mobil,” tulis keterangan unggahan.
Dalam video yang berdurasi lebih dari satu menit itu, terlihat seorang pria berseragam oranye dengan logo ormas Pemuda Pancasila berada di samping truk.
Pria itu meminta sejumlah uang ke sopir karena telah melintas diwilayah yang diklaim miliknya. Sang sopir pun merasa keberatan lantaran dirinya telah membayar pajak.
“Tapi kan saya bayar pajak bang,” ujar sopir truk.
“Iya lu bayar pajak tapi ini jalur siapa, ini wilayah gua,” jawab pria berseragam ormas.
Sopir itu sempat menyebut bahwa dirinya tidak pernah dimintai bayaran selama melintas di lokasi. Namun, terduga pelaku bersikeras meminta bayaran lantaran lewat wilayahnya.
“Saya udah berapa tahun bang lewat ini, itu juga banyak truk yang lewat,” ujar sopir.
“Ini peraturan baru sekarang gua buat, itu truk lain juga gua mintain semua,” kata pria pemalak.
Diakhir video, terduga pelaku meminta sopir truk untuk putar balik. Ia bahkan mengancam akan merusak truk tersebut jika melintas di wilayahnya lagi.
“Kalau besok kelihatan mobil lo lewat sini, hancur mobil lo, balikin mobil lu bilangin ke bos lu kalo gua yang nyuruh balik,” ancam pria tersebut.
Tak lama setelah diunggah, video terduga ormas yang memalak sopir truk ini pun kemudian viral dan mendapat banyak tanggapan dari warganet.
Banyak warganet yang mengecam tindakan pria tersebut dan meminta pihak terkait untuk menindaklanjutinya.
Usai mendapat banyak aduan dari warganet, Polres Bogor melalui Twitter resminyan mengatakan polisi telah melakukan pengecekan terkait peristiwa itu. Diketahui, terduga pelaku bukan merupakan bagian dari Ormas pakaian yang dikenakannya.
“Sudah di lakukan pengecekan Polsek Rancabungur ke TKP dan dinyatakan yang bersangkutan bukan bagian dari pemuda Pancasila dan sedang di cari pelaku nya kr sdh mencoreng nama pemuda Pancasila yg dikatakan oleh ketua pemuda Pancasila di wilayah tersebut dan masih dalam proses,” tulis Polres Bogor dalam keterangan unggahannya.
(hen)










Balas