Video Pelajar SMK di Serpong Bentak dan Maki Guru Didepan Kelas

pelajar membentak guru
Tangkapan layar video pelajar membentak guru (foto: Instagram/@smk.pustek)

Blok-a.com – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan aksi seorang pelajar SMK yang membentak guru didepan kelas.

Video pelajar SMK yang membentak guru itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Selasa (7/2/2023). Menurut kererangan unggahan, peristiwa ini terjadi di SMK Pustek Serpong, Tangerang Selatan.

“Bareng-bareng, yuk bantu share ini video. Ini salah satu murid SMK Pustek Serpong yang beraninya bentak salah satu staf guru di depan kelas dan teman-temannya,” tulis pemilik akun dalam keterangan unggahannya.

Dalam video awalnya terlihat seroang guru laki-laki memarahi siswanya hingga terjadi adu mulut. Guru tersebut meminta siswanya untuk diam hingga memukul meja.

Bukannya diam,siswa itu semakin membentak gurunya. Bahkan mendekati gurunya dengan wajah kesal. Sang guru akhirnya keluar dan menutup pintu. Di depan pintu, siswa tersebut memukul pintu sambil berteriak.

“Mau apa?” teriaknya sambil menggebrak pintu.

“Tol*l lu ya,” teriaknya kembali.

Video pelajar yang membentak guru ini kemudian viral dan menuai banyak tanggapan dari warganet. Pihak sekolah akhirnya membeberkan kronologi terjadinya peristiwa tersebut.

Rupanya, aksi tak terpuji itu dilakukan oleh dua siswa. Kedua siswa itu sudah mendatangi sekolah dengan membawa orangtua masing-masing. Kedua siswa itu ditegur lantaran memainkan saklar lampu di ruang kelas berkali-kali.

Menurut kronologi yang dijelaskan di akun Instagram @smk.pustek, kejadian bermula saat jam istirahat sekolah pukul 15.11 WIB (07/02/2023), Satgas Keamanan sedang mengontrol ruangan.

Saat itu terlihat ada siswa yang memainkan saklar lampu di ruang kelas XI TKJ 1 berkali-kali. Mereka kemudian ditegur oleh satgas keamanan namun siswa tersebut tidak menghiraukan.

Berulang kali ditegur tetapi siswa tersebut terus memainkan lampu saklar. Karena ulahnya tidak sewajarnya, satgas keamanan mengajak berdialog ke ruang BP/BK tetapi siswa menolak, akhirnya satgas keamanan tersebut mengajak berdialog dengan orang tua siswa tetapi siswa tersebut tidak mau.

Kemudian siswa menanggapi secara temperamental dan sulit mengendalikan emosi. Pada hari Rabu (8/2/2023) orang tua siswa yang bersangkutan telah memenuhi panggilan sekolah untuk datang dan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Siswa dan orang tua siswa telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada satgas keamanan dan begitu juga satgas keamanan telah menyampaikan permintaan maaf.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com