KOTA MALANG – Memasuki tahap dua vaksinasi Covid-19, Kota Malang akan menggunakan vaksin olahan Biofarma. Humas Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan vaksin Covid-19 ini akan dipergunakan untuk TNI/Polri hingga pengemudi ojek daring.
“Iya jumlahnya yang akan divaksin masih dinamis angkanya saya belum melihat kondisi terakhir,” kata dia.
Nah apakah ada perbedaan mekanisme pemberian vaksin Sinovac yang digunakan pada tahap pertama dan vaksin Covid-19 di tahap kedua?
Terpisah, Humas IDI cabang Malang Raya dr. M. Anshory, SpPD, mengatakan ada perbedaan pada tahap pertama dan kedua pemberian vaksin.
Jika pada tahap pertama penerima vaksin langsung dilakukan penyuntikan, untuk vaksinasi covid-19 pada tahap kedua, penerima vaksin harus diambil darahnya terlebih dahulu.
“Jadi mekanismenya satu minggu sebelum divaksin, penerima (vaksin) harus diambil darahnya terlebih dahulu di fasilitas kesehatan. Baru satu minggu selanjutnya dilakukan vaksin,” kata Anshory.
Anshory mengatakan, tujuan dari pengambilan darah terlebih dulu itu untuk kepentingan kemanan. Darah penerima akan dicampur dengan vaksin covid-19 selama satu minggu dan disimpan di laboratorium.
“Jadi vaksin covid-19 menggunakan metode yang lebih personalized. Jadi sebelum disuntikkan ke penerima. Darah penerima harus dicampur dulu dengan vaksin covid-19. Lalu disimpan dan (vaksin dan darah penerima) disuntikan lagi ke penerima setelah satu minggu. Jadi metode ini diklaim lebih aman,” papar dia.
Sebagai informasi, Vaksin produksi PT Bio Farma itu berasal dari bahan baku mentah dari perusahaan asal China, Sinovac.
Vaksin covid-19 itu pun telah siap digunakan. Pasalnya vaksin tersebut telah mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).










Balas
Lihat komentar