Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) bersilaturahmi ke ulama, Gus Baha di PP Tahfidzul Quran LP3IA, Rembang, Jawa Tengah.
Silaturahmi ke ulama ini merupakan kegiatan rutin Unisma bernama Mbalah Aswaja.
Dalam kesempatan itu, Gus Baha menyampaikan salah satu kisah menarik tentang seorang perempuan yang berani menggugat Nabi Muhammad SAW.
Gus Baha menceritakan, perempuan tersebut adalah Khaulah binti Tsa’labah. Ia bahkan bukan hanya menggugat Nabi Muhammad, tetapi juga melaporkan persoalan yang menimpanya kepada Allah SWT.
Khaulah menghadapi persoalan setelah suaminya, Aus bin Shamit, melakukan zhihar atau menyamakan posisi istri dengan ibu kandungnya. Pada masa Jahiliyah, praktik zhihar dianggap sama dengan talak, yang merugikan pihak istri.
“Khaulah datang ke Rasul bilang kalau dia sudah tua, kalau bikin hukum dipikir-pikir dulu. Sudah tua begini tidak ada laki-laki yang mau dengan dia. Namun nabi bilang hingga detik ini belum ada pembaharuan hukum, masih begitu,” ujar Gus Baha, diselingi candaan, Kamis (21/8/2025).
Tidak puas dengan jawaban Rasulullah, Khaulah pun menegaskan keberatannya.
“Kata Khaulah, kalau begitu terus Engkau (Nabi Muhammad) akan saya laporkan ke Allah SWT. Itu kalau bukan perempuan, tidak mungkin bisa,” lanjut Gus Baha.
Khaulah kemudian bersujud dan bermunajat kepada Allah, mengadu tentang anak-anaknya yang terancam terlantar. Doanya pun dikabulkan. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad bahwa hukum zhihar tidak lagi sama dengan talak. Gugatan Khaulah pun diterima.
Rektor Unisma, Prof Junaidi, menilai kisah tersebut selaras dengan tujuan kedatangan mereka ke Rembang. Menurutnya, Unisma ingin memperdalam pemahaman keaswajaan melalui Al-Qur’an dan hadis langsung dari Gus Baha.
“Kami hadir untuk kedua kalinya di sini, karena ngaji kami belum tuntas di tahun 2020 saat rektornya Prof Maskuri. Kami ingin belajar lebih banyak, yang pada hari ini tentang penguatan keaswajaan melalui pemahaman Al Quran dan hadis. Kami mengikuti apa saja yang diajarkan,” ujar Junaidi. (yog/bob)









