Transaksi Pelaku Penembakan Gedung MUI Hingga Rp 800 Juta Dilakukan selama Dua Tahun Terakhir

Ilustrasi penembakan gedung MUI (Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K/Wartaekonomi)
Ilustrasi penembakan gedung MUI (Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K/Wartaekonomi)

blok-a.comPusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus mendalami pengirim uang dengan akumulasi total Rp 800 juta ke rekening pelaku penembakan di gedung MUI Pusat pada Selasa (2/5/2023).

PPATK menyebutkan sejak 2021 atau selama 2 tahun belakangan, pelaku penembakan di gedung MUI, Mustopa NR, melakukan transaksi keuangan di rekening-nya mencapai Rp 800 juta.

PPATK mencatat nilai akumulasi uang di rekening Mustopa NR mencapai Rp 800 juta selama 2 tahun belakangan atau sejak 2021 hingga 2023.

“Sudah 19 saksi diperiksa penyidik. Untuk saksi dari pihak keluarga pelaku ada empat orang. Kemudian, tujuh saksi lain terkait referensi perkara sebelumnya di Lampung,” ujar Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (4/5/2023).

Sampai saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih mendalami keterangan dari ke-19 saksi.

Polda Metro Jaya juga membagi tugas dengan menerbangkan penyidik ke Lampung guna menelusuri lebih lanjut kasus penembakan di kantor MUI yang dilakukan Mustopa NR.

“Penyidik Ditreskrimum dengan Polres Metro Jakarta Pusat masih berada di Lampung, masih melakukan pekerjaannya. Maka tentunya hasil secara komprehensif kami masih menunggu,” ujar Trunoyudo.

Seperti diketahui, aksi penembakan dilakukan oleh Mustopa yang mengaku wakil nabi di kantor MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat terjadi pada Selasa (2/5/2023). Akibat penembakan itu, dua orang staf resepsionis dan administrasi terluka. (bob)

“Sejak tahun 2021 ada sekitar 800 juta, nilai akumulasi transaksinya,” kata Koordinator Kelompok Kehumasan PPATK, Natsir Kongah, Kamis (4/5/2023).

Meski begitu, Natsir belum dapat menjelaskan perihal asal maupun tujuan transaksi uang ratusan juta rupiah itu. Untuk itu, PPATK masih melakukan proses pendalaman.

“Masih pendalaman. Hasilnya nanti kita sampaikan kepada penyidik,” katanya.

Seperti diketahui, aksi penembakan dilakukan oleh Mustopa yang mengaku wakil nabi di kantor MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat terjadi pada Selasa (2/5/2023). Akibat penembakan itu, dua orang staf resepsionis dan administrasi terluka. (bob)

Lihat sumber berita asli di Wartaekonomi.co.id.
Berita ini merupakan kerjasama sindikasi Blok-a.com dengan Wartaekonomi.co.id.

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?