KOTA MALANG – Perayaan hari natal tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Gegara pandemi, jamaah gereja harus rela beribadah secara virtual. Di Kota Malang, salah satu gereja yang sudah menyiapkan gelaran misa virtual itu adalah Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Bromo.
Gereja HKBP menyiapkan sejumlah fasilitas untuk jemaatnya. Selain protokol kesehatan, gereja tersebut akan menyiarkan peribadatan melalui YouTube.
Sekretaris Gereja HKBP St. Drs. A. Naibahu mengatakan, hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi umat yang tidak bisa hadir secara fisik. Ia juga mengimbau lansia dan anak-anak untuk beribadah di rumah secara virtual.
“Untuk mempersiapkan ibadah secara virtual, kami dibantu pemuda-pemudi kami. Mereka yang mengatur teknis penyiaran ibadah di YouTube kami,” kata St. Naibahu.
Gereja HKBP Malang sejak awal pandemi telah menyiarkan peribadatan melalui akun YouTube Gereja HKBP Malang. Saat ibadah Natal nanti, ibadah dilakukan dalam 2 hari, tanggal 24 dan 25 Desember.
Misa Natal tanggal 24 dilakukan dalam dua sesi, pukul 07.00 dan 09.00. Sementara tanggal 25 menjadi tiga sesi, pukul 07.00, 09.00, dan pukul 13.00.
Lebih lanjut, St. Naibahu menyebut gerejanya mampu menampung 450 orang. Tetapi selama pandemi, jumlahnya dibatasi.
Untuk perayaan Natal nanti, tiap sesi ibadah dihadiri maksimal 125 jemaat, 100 orang di lantai satu dan 25 orang di lantai dua. Pihak gereja berkomitmen melakukannya untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 sesuai anjuran pemerintah kota.
“Protokol kesehatan juga kami siapkan secara serius untuk jemaat yang hadir ke gereja. Saat jemaat akan memasuki gereja, kami mewajibkan mereka mencuci tangan, memakai masker, dan diukur suhu tubuhnya,” terangnya.
Selain secara virtual, ibadah sesi 2 nanti juga dilakukan dalam bahasa Batak. Ibadah dalam bahasa Batak dilakukan untuk mempererat komunikasi di antara jemaat yang merupakan orang Batak.










Balas