Kota Malang, blok-A.com – Terkait tragedi kelam Kanjuruhan, SDN Purwantoro 2 Kota Malang menggelar acara duka cita bersama, dengan ratusan murid yang bersekolah disana.
Dari pantauan blok-A.com, terlihat ada beberapa rangkaian bunga, hingga syal dan bendera aremania, menggantung di gawang kecil berwarna putih, tepat di lapangan SDN Purwantoro 2 Kota Malang.
Di acara tersebut, siswa-siswi diminta untuk memakai pita hitam di lengannya, sebagai simbol belasungkawa atas tragedi kelam Kanjuruhan. Acara itu digelar mulai pukul sekitar 07.00 WIB – 08.00 WIB. Di tengah acara beberapa siswa pun tangisnya pecah.
Wartawan online bertemu dengan Kepala Sekolah SDN Purwantoro 2 Kota Malang, Pitoyo berbincang mengenai acara duka cita untuk Aremania yang sedang berduka.
“Spontan tadi malam, kita kabarkan lewat grup sekolah kepada ratusan siswa-siswi, untuk membawa pita hitam, bunga, dan itu yang memang siap saja. Tapi rata-rata mereka membawa pita hitam,” ucapnya pada Selasa (04/10/2022).
Sebagai Kepala Sekolah, Pitoyo ingin menanamkan rasa kemanusiaan dan empati tehadap sesama, kepada murid-murid disekolahnya itu. Terlebih, mereka semua adalah warga Kota Malang, yang hidup di Bumi Arema.
“Yang pertama rasa kemanusiaan ,empati terhadap sesama manusia. Walaupun masih kecil, tapi mereka itu sudah merasa menjadi Aremania,” tutur Pitoyo.
Di tengah pembicaraan dengan blok-A.com, Pitoyo merasa sangat prihatin atas kejadian ini. Ia mengatakan bahwa Aremania adalah club yang cinta damai dan selalu atraktif. Untuk itu, ia menggelar acara duka cita, mendoakan ratusan korban yang berjatuhan saat tragedi kelam Kanjuruhan, Sabtu (01/10/2022).
Tidak hanya acara duka cita saja, SDN Purwantoro 2 Kota Malang sering merayakan kemeriahan HUT Aremania, dengan memberikan kebebasan untuk murid-muridnya memakai atribut Singo Edan. Pitoyo menginginkan bahwa kedepan tidak ada tragedi seperti itu lagi, juga anak-anak yang cinta terhadap sepak bola, tidak down atas kejadian itu.
“Semoga ini menjadi tragedi terakhir, dan saya harap anak-anak yang cinta sepakbola atau mengikuti SSB (Sekolah Sepak Bola) agar tidak down dan melanjutkan cita-citanya,” tutup Pitoyo.
(rco/bob)










Balas
Lihat komentar