KOTA MALANG – Bencana gempa bumi yang melanda Mamuju membuat sejumlah pihak prihatin. Karena alasan kemanusiaan, Universitas Brawijaya (UB) dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) mengirim relawan medis untuk membantu penanganan bencana.
Hari ini (21/1), Emergency Medical Team (EMT) kloter pertama dari UB dan RSSA berangkat menuju Mamuju, Sulawesi Barat. Tim tersebut merupakan bantuan untuk melakukan tugas-tugas kemanusiaan di rumah sakit rujukan tertinggi di daerah tersebut.
Rencananya, misi kemanusiaan ini bekerja selama 8 hari di Mamuju. Dengan 6 hari efektif yang dimulai besok. Di Mamuju, EMT UB-RSSA akan bekerja secara bergantian dengan tim dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Tim pertama yang diberangkatkan hari ini terdiri dari satu dokter dan satu perawat, yakni dr Aurick Yudha Nagara Sp EM dan Aguswanto Amd kep. Hari ini, keduanya bersama 12 kru TNI AU diberangkatkan dengan pesawat Hercules A-1337 dari Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.
“Rencananya kami di Mamuju total 8 hari dengan 6 hari efektif, hari pertama dihitung mulai besok. Karena difasilitasi oleh TNI AU, hari ini baru dua orang yang bisa berangkat,” ujar Aurick.
Aurick mengaku memperoleh informasi bahwa kemungkinan masih banyak korban yang membutuhkan pertolongan medis maupun psikis akibat trauma. Mereka yang kesulitan akses ke RS darat akan difasilitasi RS Apung KRI Suharso milik TNI AU.
Misi kemanusiaan EMT UB-RSSA diperkuat 23 tenaga kesehatan yang terdiri dari 14 dokter dan 9 perawat. Tim tersebut diketuai dr Satria Pandu Persada Isma, Sp.OT (K). Kloter kedua akan diberangkatkan Jumat (22/1) dari Bandara Juanda Sidoarjo.
Sementara, mewakili komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Kasi Angkutan Sufriadi A M mengatakan keberangkatan misi kemanusiaan ini memang sudah direncanakan sejak seminggu yang lalu saat gempa di Mamuju terjadi.
“TNI dan TNI AU mendukung penuh dan memfasilitasi untuk misi kemanusiaan ini. Kloter pengiriman kedua akan dilakukan besok dari Bandara Juanda,” papar Sufriadi.










Balas