Taman di Jalan Ijen Mulai Dipersiapkan untuk Titik Pusat Keramaian Malam Tahun Baru di Kota Malang

Taman di Jalan Ijen Mulai Dipersiapkan untuk Titik Pusat Keramaian Malam Tahun Baru di Kota Malang

Kota Malang, blok-a.com – Ada yang berbeda di sepanjang Jalan Ijen mulai hari ini. Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang memasang pagar pembatas dari rafia di sepanjang taman yang terletak di median jalan tersebut mulai dari sisi selatan hingga utara.

Pagar tersebut dimaksudkan sebagai penanda batas akses untuk masyarakat yang ingin berwisata ke salah satu destinasi utama Kota Malang tersebut saat malam tahun baru nanti. “Itu tujuannya supaya pengunjung tidak menginjak-injak taman yang di tengah jalan,” terang Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra saat dikonfirmasi oleh Blok-A.com.

Pemasangan pembatas dari rafia ini adalah bentuk antisipasi berkumpulnya massa di sekitar Jalan Ijen saat perayaan malam tahun baru 2024 nanti, mengingat Jalan Ijen adalah salah satu titik favorit berkumpulnya massa di Kota Malang.

“Istilahnya kan ‘pagar gaib’ ya,” terangnya sambil tertawa. “Jadi fungsinya memang untuk menandakan area tersebut harus steril. Masyarakat sudah paham kok, ‘oh ini ada pembatasnya’. Jadi nanti mereka tidak berkumpul di situ.”

Laode menerangkan, walau hanya menggunakan rafia namun metode ini sudah terbukti efektif selama bertahun-tahun. “Ini sudah bertahun-tahun, tahun baru kemarin (2023) juga kita pasangi dan terbukti efektif. Contohnya lagi saat karnaval kemarin, kita pasangi itu dan masyarakat tertib,” jelas Laode.

Sementara itu, rafia sendiri dipilih karena proses pemasangan dan pencopotannya mudah dan murah, namun efektif. Ia juga menerangkan bahwa pembatas ini tidak akan bersifat permanen. “Ini sudah efektif kok, selain itu alternatifnya apa lagi? Maksimal tanggal 2, tapi kita usahakan paginya (tanggal 1 pagi) bisa dilepas,” terangnya.

Selain taman Jalan Ijen, pemasangan rafia juga telah dilakukan oleh DLH di taman Alun-Alun Tugu. Serupa, fungsinya adalah untuk melindungi tanaman dan bunga yang tertanam di lokasi tersebut.

“Kalau di Alun-Alun Tugu itu tanamannya saja yang kita pagari. Kan ini tahun baru pertama setelah pagarnya dicopot, jadi diperkirakan masyarakat banyak yang nanti berkumpul di sana. Yang kita lindungi itu tanamannya supaya tidak rusak,” ujar Laode. (mg3/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com