KOTA MALANG – Kegiatan kelas ibu hamil dan ibu balita di Puskesmas Mulyorejo sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Namun kegiatan tersebut kembali digelar dengan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Bahkan setiap peserta diwajibkan untuk menerapkan 3M (Mencuci Tangan Pakai Sabun, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) selama pelaksanaan kegiatan.
Tak hanya itu saja, para peserta yang akan mengikuti kelas ibu hamil dan ibu balita juga tidak bisa ikut semuanya, hanya sebagian saja dengan durasi waktu yang dibatasi. Yakni dalam satu kegiatan dibagi per sesinya hanya 1 jam saja.
Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg Dinna Indarti mengatakan, untuk pelaksanaan kelas ibu hamil dan balita ini sebelumnya telah ditawarkan ke masyarakat terlebih dahulu di wilayah puskesmas. Karena kegiatan tersebut sempat berhenti di awal pandemi lalu. Namun ternyata respon masyarakat menyambut baik meskipun harus dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.
“Sebenarnya untuk kelas ibu hamil dan balita ini kegiatan rutin tiap tahun, cuma karena masih dalam masa pandemi, kegiatannya ditunda dulu. Karena ini sudah mulai New Normal, kita tawarkan ke masyarakat responnya sangat baik, dan memang pelaksanaannya berbeda dengan sebelumnya,” jelasnya kepada Blok-A, Selasa (24/11).
“Karena harus protokol kesehatan dan kita juga dua kali kerja karena menjadi dua sesi. Kalau biasanya hanya satu kali sesi, namun sekarang harus berjarak dan tidak boleh terlalu lama waktunya,” lanjutnya.
Lanjut Dinna, saat pemberian edukasi kepada para ibu pun dilakukan pembatasan. Padahal sebelumnya proses edukasi ini dilakukan oleh petugas kesehatan dengan menerangkan apa saja terkait kesehatan ibu dan bayi. Namun, di masa pandemi ini, petugas akan lebih banyak memaksimalkan media informasi melalui media sosial ataupun pemberian Leaflet kepada para ibu.
“Karena hanya satu jam jadi edukasinya lebih banyak kita kasih Leaflet. Karena melalui Leaflet ini ibu-ibu yang mengikuti kelas bisa membawa pulang dan dipelajari di rumah. Kalau dulu kita harus menerangkan lama, baru kelas ibu balitanya bisa dimulai,” terang Dinna.
Di masa pandemi Covid-19 ini pihak Puskesmas juga rutin mengedukasi para ibu berkaitan dengan informasi yang beredar luas. Misalnya, ketika ibu terjangkit Covid-19 maka masih tetap bisa menyusui anaknya asalkan dengan penerapan protokol kesehatan.
“Informasi-informasi bagaimana ketika ibu terkena Covid-19 saat menyusui, bagaimana protokol kesehatannya. Lalu anaknya boleh disusui apa tidak. Dan itu sebenarnnya kan boleh, selama ibu pakai masker, cuci tangan, kemudian bisa menggunakan perantara alat lainnya untuk media menyusui tidak secara langsung tentunya,” pungkasnya.










Balas
Lihat komentar