MALANG – Pandemi Covid-19 boleh saja menyerang. Namun, kegiatan rutinan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang di bawah arahan langsung Kementerian Kesehatan RI semacam GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) tetap jalan terus.
Dedikasi tinggi ditunjukkan petugas-petugas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Malang. Khususnya yang bekerja di UPT (Unit Pelaksana Teknis) semacam Puskesmas. Salah satunya Puskesmas Janti, Kota Malang.
“Di masa pandemi, semua program tetap wajib harus jalan. Program macam GERMAS dan BIAS ini program pemerintah wajib, serentak, jadi kita jalankan, hanya saja menyesuaikan protokol kesehatan,” ujar Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati SKepNs MMKes, Jumat (2/10).
Semua kegiatan tetap berjalan. Baik petugas Puskesmas maupun Kader posyandu pun juga tetap menjalankan tugasnya ke lapangan. Selain itu, Puskesmas juga mempunyai misi menyadarkan masyarakat lewat 3, yakni Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak.
“Kader dan petugas Puskesmas tetap turun ke jalan. Tapi biasanya yang sekali pelaksanaan ke jalan, sekarang karena pandemi kita tingkatkan jadi bisa 3 sampai 4 kali,” tambah Endang.
Pengukuran pita lengan atas pada ibu hamil pun rajin dilakukan. Termasuk pemberian tablet tambah darah. Belum lagi tracing dan tracking pasien Covid-19.
“Tapi ya intensitas makin tinggi, karena per hari itu dibatasi ketemu berapa orang, alasannya physical distancing. Kalau dulu sebelum pandemi kan bisa sebanyak-banyaknya per hari. Jadi yang jelas lebih panjang waktunya,” tandas wanita berjilbab itu.










Balas
Lihat komentar