KOTA MALANG – Wali Kota Malang Sutiaji mengumumkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 di sosial media Instagram pribadinya, Selasa (1/12) sore. Pertanyaan yang selama ini ada di benak masyarakat akhirnya terjawab sudah.
Pada akun @sam.sutiaji, orang nomor satu di Kota Malang itu menjawab pertanyaan terkait kondisinya melalui video berdurasi 4 menit 40 detik. Sebelumnya, Sutiaji memang sudah tidak terlihat mengikuti kegiatan kedinasan sejak Senin (23/11).
Dalam pernyataannya, Sutiaji menjawab kabar yang beredar sepekan terakhir. Bahkan Sutiaji juga mengatakan dirinya positif Covid-19 dan saat ini sedang melakukan perawatan. Namun pihaknya belum bisa memastikan terpapar dari mana.
“Saya belum tahu terpapar dari mana. Saat ini masih proses tracing,” katanya di video.
Di lain pihak, Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto juga belum dapat memastikan riwayat Sutiaji hingga terinfeksi Covid-19. Dia menjelaskan bahwa sepekan terakhir, suami Widayati tersebut mengikuti berbagai kegiatan kedinasan yang bisa saja berpotensi terhadap penularan Covid-19.
“Kalau aktivitas kedinasan, sampai tanggal 21 masih ada aktivitas kedinasan, tanggal 22 juga masih beraktivitas. Tanggal 23 baru rehat di rumah dinas. Jadi kalau ini tracing nya dari mana dan saat dimana (tertularnya, red) tidak bisa memastikan karena begitu padatnya aktivitas beliau,” katanya.
Apalagi, aktivitas kedinasan itu tidak hanya dilakukan di dalam kota namun juga luar kota. Dalam kurun waktu seminggu terakhir, masih kata Widianto, Sutiaji juga sempat menerima tamu dari dalam maupun luar kota. Namun, ada beberapa kegiatan yang menurut Widianto berpotensi terjadi penularan. Salah satunya adalah acara penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur dan Evaluasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) 2020 yang digelar bersama gubernur jatim serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bupati/wali kota se jatim di The Singhasari Resort, Kota Batu.
“(Wali kota Malang) sempat berinteraksi dengan Bupati Situbondo tetapi itu tidak bisa dipastikan ada paparan dari sana, namun ada potensi dari sana,” ujarnya.
Seperti diketahui, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto belum lama ini meninggal akibat Covid-19.
Widianto juga mengatakan bahwa belum lama ini di wilayah Pemkot Malang sempat muncul klaster perkantoran, dalam hal itu, wali kota secara intens melakukan peninjauan dan kunjungan. Bisa jadi, masih kata Widianto, Wali kota terpapar dari salah satu dari 15 ASN yang hasil rapid tesnya reaktif. Itu karena 15 orang ini cukup intens berinteraksi dengan Walikota.
Dengan adanya penyebaran kasus Covid-19 ini, Widianto mengatakan bahwa Balaikota Malang masih tetap akan difungsikan. Antisipasi penyebaran yang lebih luas dilakukan dengan WFH bergilir dan penyemprotan disinfektan secara berkala.










Balas
Lihat komentar