Super Sadis! Anggota Sekte-sekte Ini Wajib Dikebiri sebagai Bentuk Kesetiaan

Ilustrasi Anggota Sekte Skoptsy
Ilustrasi anggota Sekte Skoptsy sedang melakukan tradisi Radinie. Foto: Russia Beyond

BLOK-A – Praktek kebiri tidak hanya dilakukan di level Kerajaan. Dalam perkembangannya, ada sejumlah kelompok manusia yang mewajibkan anggotanya untuk melakukan proses penghilangan alat kelamin. Ini diwajibkan sebagai bentuk kesetiaan.

Mereka tergabung dalam sebuah sekte rahasia yang pada akhirnya diburu oleh otoritas di masanya. Mereka dianggap melakukan tindakan terlarang sekaligus mengganggu ketentraman.

1. Sekte Cybele (Romawi Kuno)

Cybele adalah sesosok Dewi dalam mitologi Romawi yang melambangkan kekuatan. Ia digambarkan sebagai Ibu dari para Dewi. Sejumlah masyarakat daerah Galli begitu memujanya hingga mereka rela mengorbankan diri demi Cybele. Mereka tergabung sebuah sekte pemuja yang eksis pada tahun 100 sebelum Masehi. Kisah mereka tercatat dalam buku “On the Roman Time” karya Michele R. Salzman.

Melansir Vice, Sekte Cybele akan merayakan “Dies Sanguinis” atau Hari Darah setiap tanggal 24 Maret. Di hari itu, mereka akan menyembahkan darah mereka secara sukarela kepada Sang Dewi pujaan. Sebagian di antaranya bahkan melakukan pengebirian terhadap diri sendiri. Selang setahun, Kerajaan Romawi kuno melarang praktek ini dan menginstruksikan untuk mengganti pengorbanan menggunakan hewan.

2. Sekte Valesian (Yunani Kuno)

Buku “The Paranion of Epiphanius” karya Uskup Salamis yang diterbitkan pada tahun 378. Buku tersebut menjelaskan tentang 80 sekte dan perkumpulan manusia di era Kuno. Salah satunya adalah Sekte Valesian.

Anggotanya dilarang makan daging sebelum melakukan proses kebiri. Hal ini disebabkan karena konsumsi daging dapat meningkatkan hawa nafsu manusia. Mereka akan melakukan kebiri terhadap dirinya sendiri. Dalam bukunya, Salamis juga menyebut mereka akan melakukan kebiri paksa kepada musafir yang melewati daerahnya.

3. Sekte Skoptsy (Kekaisaran Tsar, Rusia)

Sekte terlarang ini boleh jadi adalah yang paling menyita perhatian. Kisahnya telah tercatat dalam sejumlah media hingga kini. Dalam bahasa Rusia, “Skoptsy” bermakna “dia yang dikebiri”. Anggotanya pun mencakup pria dan wanita. Aktivitas mereka ditentang pihak Uni Soviet hingga akhirnya dihapuskan pada abad ke-20.

Penganut Skoptsy percaya bahwa manusia memiliki bagian tubuh terlarang setelah Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden di Surga. Bagian tubuh itu adalah testis dan payudara. Mereka beranggapan bahwa penghapusan organ seksual tersebut membebaskan mereka dari hawa nafsu. Sehingga mereka bisa kembali ke Taman Eden sebagai sosok yang suci.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com