Kota Malang, blok-A.com – Pasar Buku Velodrome merupakan sebuah pasar yang menjual buku-buku bekas dengan harga yang terjangkau. Dengan jumlah yang terbatas, kalian bisa menemukan buku antik dan tua disana. Sayangnya, pasar buku tersebut terbilang sepi pengujung.
Pemilik toko buku, Rizky (36) menuturkan bahwa sepinya pasar tersebut, dikarenakan pandemi yang melanda kemarin.
““Karena efek pandemi, jadi sepi pengunjung mas. Sekarang buku fisik kan sudah kalau juga sama handphone. Kalau mas tau sepi nya wilis itu, ramenya sini mas,” ujar Rizky pada Selasa (02/08/2022).

Rizky merupakan salah satu pemilik toko buku tertua disana. Sudah sekitar belasan tahun menjajakan buku disana hingga sekarang.
“14 tahunan mas saya sudah jualan. Pembelinya cuma 1-2 orang saja mas, kadang juga tidak ada penglaris,” jelasnya.
Ia sempat membandingkan antara Pasar Buku Wilis dan Pasar Buku Velodrome. Rizky mengatakan bahwa jika Pasar Wilis terlihat sepi, Pasar Buku Velodrome lebih sepi lagi.
“Kalau mas tau sepi nya Wilis itu, ramenya sini mas. Untuk pindah ke wilis, saya tidak mas. Menurut saya tempat tidak terlalu berpengaruh ya,” tuturnya.
Pendapatan Rizky pun tidak menentu. Karena pembeli yang tak kunjung datang, ia hanya bisa menghasilkan untuk sebesar Rp. 500 ribu saja selama sebulan.
Selama 14 tahun, ia belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah daerah, untuk diadakan event ataupun branding bagi Pasar Buku Velodrome.
“Harapan saya, semoga dinas pasar atau perdagangan bisa membantu untuk promosi dan membuat sebuah event, agar bisa rame lagi pasar buku ini,” tutupnya. (mg1/bob)










Balas