Solusi Tolak Satu Arah Kayutangan, Pemkot Malang Janji Subsidi Sopir Angkot Rp 6 Miliar

Sopir angkot melakukan demo tolak satu arah Kayutangan, Senin (20/2/2023) (blok-a/Helen)
Sopir angkot melakukan demo tolak satu arah Kayutangan, Senin (20/2/2023) (blok-a/Helen)

Kota Malang, blok-a.com — Seluruh sopir angkot di Kota Malang melakukan demo untuk menolak sistem satu arah yang sedang diuji coba hari ini, Senin (20/2/2023).

Demo ini dimulai dengan para sopir angkot membentangkan banner berwarna kuning bertuliskan “KAMI MENOLAK SATU JALUR”.

“Kami di sini bertujuan tolak satu arah!” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) demo tolak satu arah di depan Balaikota Malang, Senin (20/2/2023).

12 orang perwakilan sopir angkot dibawa masuk ke dalam Balaikota untuk melakukan negosiasi bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Widjaja Saleh Putra.

Widjaja memulai pembicaraan dengan mengatakan bahwa seluruh kebijakan dari pemerintah itu berproses.

“Kebijakan semuanya itu berproses,” ujar Widjaja di hadapan perwakilan sopir angkot.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ada niat untuk merugikan rakyat termasuk sopir angkot.

“Skenario satu arah ini kita tidak ada niat merugikan sopir angkot, kita butuh njenengan, njenengan butuh kita,” jelasnya.

Walikota Malang, Sutiaji, juga ikut dalam negosiasi bersama 12 perwakilan sopir angkot yang mengikuti demo.

Sutiaji mengatakan bahwa pemkot tetap komitmen bahwa tugas dari negara adalah untuk mensejahterakan rakyat.

“Tugas kami adalah untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Sutiaji.

Wali Kota Malang, Sutiaji menemui massa aksi tolak satu arah Kayutangan, Senin (20/2/2023) (blok-a/helen)
Wali Kota Malang, Sutiaji menemui massa aksi tolak satu arah Kayutangan, Senin (20/2/2023) (blok-a/Nasrul)

Khusus perubahan jalur, bahwa alasan perubahan di kayutangan sudah dilakukan riset sejak tahun 2019 lalu.

Mekanisme bagaimana untuk kesejahteraan para pengemudi itu tanpa ada rekayasa jalur satu arah juga sudah dipikirkan.

“Kita sudah membuat analisa efektivitas dengan angkutan bis sekolah,” tutur Sutiaji.

Ia mengaku akan memberikan bantuan subsidi sebesar Rp 5-6 Miliar untuk sopir angkot serta masing-masing akan mendapatkan Rp 600 ribu untuk subsidi BBM.

“Kami akan memberikan subsidi BBM sebesar Rp 600 ribu untuk sopir angkot,” ujarnya dihadapan seluruh demonstran.

Dirinya juga memerintahkan Dishub untuk memasang rambu-rambu dan sosialisasi kepada masyarakat khusus untuk sopir angkot tidak diberlakukan satu jalur mulai Selasa (21/2/2023) mendatang.

“Mulai besok kami akan memerintahkan kepada diskominfo khusus angkot tidak diberlakukan satu arah,” pungkasnya. (len/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com