KABUPATEN MALANG – Ada tips mudah bagi orang tua atau pekerja yang sibuk atau memiliki keterbatasan fisik tapi ingin menanam tanaman.
Tidak usah susah-susah menyiram tanaman secara rutin. Tapi tanaman bisa tetap hidup dan berkembang ataupun berbuah. Yakni dengan sistem kapiler, sebuah sistem untuk menanam tumbuhan dengan sumbu yang berfungsi pengganti penyiraman tanaman otomatis.
Sistem ini sudah dibuktikan untuk tanaman sayuran di Taman Wonosari Kelurahan Purwantoro Kecamatan Belimbing Kota Malang.
“Jadi ini kan kadang kita orang tua atau orang yang sibuk bekerja kadang lupa menyiram tanaman sore atau pagi hari. Dan akhirnya gak kesiram dan mati. Tapi kalau dengan sistem kapiler ini pasti tersiram secara rutin,” ujar Aktivis Taman Wonosari, Sukoco ke Blok-A Selasa (1/8).
Alasan sudah otomatis tersiram itu karena ada empat bilah kain yang ditempatkan di pot tanaman. Kain tersebut akan menyalurkan air di bak bawah pot ke akar tanaman. Tanaman, hasilnya, bisa mendapatkan nutrisi yang cukup untuk berkembang dari air tersebut.
“Jadi yang kita butuhkan itu pot dan juga bak berisi air. Nah potnya itu dibolongi empat titik. Terus kainnya panjangnya dari akar tanaman ke tanah. Nanti airnya akan mengalir dari kain itu ke akar. Dan secara tidak langsung tersirami,” tuturnya
Sukoco juga menjelaskan agar sekali-kali mengecek wadah air di bawah pot. “Kalau sudah habis (air di wadah) ya diisi air lagi. Kan itu mudah saja. Daripada menyirami secara rutin,” imbuhnya.
Sistem Kapiler ini pun sudah berhasil. Kata Sukoco, beberapa tanaman dan di Taman Wonosari sudah menggunakan sistem itu.
“Seperti tomat, mentimun, dan sayur atau buah juga bisa. Dan selama dua bulan ini sudah ada yang berkembang,” kata ia.
Inovasi cara menanam ini pun, kata Sukoco, merupakan hasil kerjasama dengan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
“Jadi mereka punya ide dan diterapkan di sini dan berhasil. Cocok lah untuk warga kota juga yang mempunyai lahan kecil tapi bisa menanam. Kan ini cuma butuh beberapa centimeter saja tidak perlu berhektar-hektar,” tutupnya.










Balas