KOTA MALANG – Meskipun Wali Kota Malang Sutiaji dan Sekretaris Daerah (Sekda), dinyatakan terkonfimasi positif Covid-19. Namun roda pemerintahan Kota Malang dipastikan tetap berjalan normal. Hal ini karena roda pemerintahan untuk sementara waktu diambil alih oleh Wakil Wali Kota Malang serta dibantu oleh beberapa jajaran asisten
Menurut Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto sebelumnya Wali Kota Malang sempat menggelar rapat koordinasi dengan seluruh jajaran Pemkot Malang pada awal pekan lalu.
“Rakor tersebut membahas gambaran serta antisipasi-antisipasi yang harus dilakukan ketika dirinya dinyatakan positif COVID-19. Untuk itu segala aktifitas pemerintahan untuk sementara waktu akan diambil alih oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko,” jelasnya, Kamis (3/12).
Lanjut Wiwid sapaan akrabnya selama sepekan terkahir Wakil Wali Kota juga nampak di beberapa agenda untuk mewakili kehadiran Wali Kota Malang Sutiaji. Meskipun begitu sebelum terkonfirmasi positif, Sutiaji masih intens berkomunikasi secara daring melalui rumah dinasnya.
“Beberapa aktifitas kan sudah diambil alih oleh Wakil Wali Kota. Juga diberikan bantuan oleh jajaran asisten. Tetapi pak wali juga masih memberi ruang untuk berkomunikasi melalui daring,” terangnya.
Sementara itu, terkait kondisi terkini Wali Kota dan Sekda Kota Malang menurut Wiwid saat ini kondisinya semakin baik. Sudah ada peningkatan kondisi fisik meskipun saat ini masih dirawat. Untuk Wali Kota Malang saat ini menjalani perawatan serta isolasi mandiri di rumah dinas. Sementara Sekda Kota Malang menjalani perawatan di RSSA.
“Secara khusus saya belum bisa berkomunimkasi secara langsung dengan pak Sekda. Sejak awal sebelum dinyatakan positif COVID-19 pak Sekda memang sudah dirawat di RSSA. Baru kemarin saya mendapatkan informasi pak Sekda juga positif, namun untuk kondisinya belum tahu pasti,” terangnya.
Selain itu Pemkot Malang juga tengah menunggu hasil uji swab untuk 15 ASN yang beberapa hari lalu dinyatakan reaktif saat dua kali rapid. Saat ini pemeriksaan sample swab juga sudah dilakukan untuk 15 ASN tersebut.
“Sejauh ini hasilnya belum keluar. Nanti akan kami informasikan bila ada perkembangan,” sambungnya.
Sementara itu seluruh pegawai bagian sekretariat dan bagian umum juga telah menjalani swab test secara bertahap. Swab test juga untuk antisipasi agar deteksi dini terhadap kemungkinan adanya ASN yang terpapar.
“Bagian umum kan juga dilakukan swab secara bertahap. Karena jumlahnya relatif banyak di sana. Baik yang bertugas di lingkungan sekretariat dalam hal ini balai kota, maupun yang ditempatkan di rumah dinas,” pungkasnya.










Balas
Lihat komentar