Sekolah Daring Bukan Halangan, Sosialisasi Pilbup Malang ke Pemilih Pemula Must Go On

Relawan Demokrasi Saat Sosialisasi Pilkada Di Lapangan Sepakbola
Relawan Demokrasi Saat Sosialisasi Pilkada Di Lapangan Sepakbola - Foto: istimewa

KABUPATEN MALANG – Pilbup Malang 2020 tinggal 19 hari lagi. KPUD Kabupaten Malang pun kini sedang sibuk-sibuknya melakukan sosialisasi ke sejumlah basis pemilih tak terkecuali pemilih pemula.

Meskipun kini pemilih pemula yang sedang duduk di bangku SMA sedang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring, KPUD Kabupaten Malang mempunyai cara khusus untuk melakukan sosialisasi. Baik terkait pasangan calon (paslon), ataupun tata cara memilih di Pilbup Malang 2020.

KPUD Malang dalam sosialisasi untuk pemula tersebut membentuk  ‘Relawan Demokrasi’. Tim relawan tersebut dibentuk sejak Agustus 2020 lalu.

Relawan Demokrasi Saat Sosialisasi Di Sebuah Kafe
Relawan Demokrasi Saat Sosialisasi Di Sebuah Kafe

Komisioner KPUD Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika menjelaskan relawan yang beranggotakan 50 orang itu merupakan pemilih pemula juga. Puluhan anggota Relawan Demokrasi ini pun sudah dilatih untuk menggelar sosialisasi terkait Pilbup Malang 2020 oleh KPUD Kabupaten Malang.

“Mereka duduk di bangkus SMA dan 17 tahun ke atas umurnya. Nah mereka inilah yang bergerak untuk ke teman-temannya untuk mensosialisakan siapa paslon yang ada di Pilbup Malang nanti. Terus mereka juga mensosialisasikan terkait tata cara mencoblos,” kata Dika ke Blok-A, Minggu (22/11).

Untuk cara sosialisasinya sendiri, kata Dika, Relawan Demokrasi itu mendatangi acara-acara anak SMA. Seperti contoh jika ada pertandingan sepak bola antar sekolah, Relawan Demokrasi seusai pertandingan akan mulai mensosialisasikan tentang Pilbup Malang 2020.

“Jadi mereka tidak membuat acara sendiri, tapi masuk ke acara-acara pemilih pemula. Dan dengan begiu berjalan secara efektif kan sesama temannya sendiri jadi lebih ngena ketika diberi arahan,” papar Dika.

Selain itu, Dika mengaakan Relawan Demokrasi juga mensosialisasikan Pilbup Malang 2020 dengan cara daring ke pemilih pemula. “Biasanya mereka ya dengan inisiatif ke sesama temannya juga melakukan sosialisasi via Zoom. Jadi pergerakannya ada yang daring ada yang langsung,” imbuhnya.

50 anggota Relawan Demokrasi tersebut, lanjut Dika, dibagi merata ke 33 Kecamatan. “Ada 33 Kecamatan kan. Nah Kecamatan yang jumlah sekolahnya banyak itu ada dua sampai tiga Relawan Demokrasi. Contohnya Singosari atau Kepanjen. Kalau yang sedikit ya satu,” tuturnya.

Sementara itu, alasan Dika membuat Relawan Demokrasi untuk tujuan sosialisasi ke pemilih pemula adalah karena masalah finansial atau anggaran.

Relawan Demokrasi Saat Sosialisasi Di Kegiatan Pengajian Remaja
Relawan Demokrasi Saat Sosialisasi Di Kegiatan Pengajian Remaja

“Anggaran kami terbatas sejak adanya Pandemi Covid-19. Makannya supaya efektif dan tidak membuang anggaran banyak. Kami manfaatkan relawan untuk sosialisasi ke pemilih pemula,” paparnya.

Saat disinggung, apakah sejak berdiri bulan Agustus ini dirasa efektif untuk menggaet pemilih pemula agar mencoblos, Dika mengklaim, kerja Relawan Demokrasi dirasanya cukup efektif.

“Dari pemantauan kami cukup efektif dan beberapa sekolah yang kami amati juga ada yang paham kapan Pilbup Malang 2020. Tapi memang tidak memungkiri ya banyak juga yang belum tahu tapi setidaknya kami hingga kini berusaha dengan juga sosialisasi ke orang tua siswa dan sekolah juga terkait sosialisasi ke pemilih pemula,” tutupnya.

Sebagai informasi, hingga kini KPUD Kabupaten Malang belum memetakan berapa jumlah pemilih pemula di Pilbup Malang 2020. Dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 2.003.608 orang itu, yang dipetakan KPUD Kabupaten Malang hanyalah perbandingan anatara jenis kelamin perempuan dak laki-laki. Jumlahnya untuk perempuan adalah 1.004.510 sementara untuk laki-laki adalah 1.004.510.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com