Kabupaten Malang, blok-a.com — Terdapat temuan bahwa sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM Kabupaten Malang mempunyai berbagai masalah dan dapat mempengaruhi kualitas air yang dikonsumsi masyarakat.
Temuan itu didapat dari data berupa dokumen PDF yang diterima blok-a.com. Temuan itu termuat dalam hasil pengawasan eksternal dan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) bulan Juni 2025 lalu.
Total ada 35 sampel air yang diambil untuk pengujian parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Hingga kini, semua sampel masih dalam proses pengujian di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Bersamaan dengan itu, petugas Dinkes juga melakukan inspeksi langsung ke area sumur bor, Instalasi Pengolahan Air (IPA), reservoir, dan kran konsumen di berbagai kecamatan. Dari hasil kunjungan lapangan, hampir di setiap lokasi ditemukan kondisi tandon air yang kotor, ditumbuhi lumut, tanaman liar, hingga endapan sedimen.
Beberapa temuan penting di lapangan di antaranya:
Banyak tandon air yang tutupnya sudah berkarat dan keropos sehingga mudah tercemar kotoran.
Area sekitar sumber air kurang terpelihara dengan baik.
Beberapa keran air juga rusak sehingga air keluar bersama kotoran berupa lumut dan sedimen.
Sarana klorinasi di beberapa sumur bor dilaporkan dalam kondisi rusak, seperti di Sumur Bor Dampit.
Di beberapa lokasi IPA, cat bangunan terlihat banyak yang memudar, mengelupas, bahkan berkarat sehingga butuh perawatan.
Petugas Dinkes mendata temuan tersebut di berbagai kecamatan seperti Singosari, Dau, Karangploso, Lawang, Pagak, Gondanglegi, Bululawang, hingga Turen dan Dampit hingga Tirtoyudo dan juga beberapa kecamatan lainnya.
Hasil inspeksi ini menunjukkan bahwa kondisi tandon dan instalasi air yang mengindikasikan kurang terpelihara dapat memengaruhi kualitas air.
Menanggapi data tersebut, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro menjelaskan, memang dari temuan itu ada beberapa SPAM PDAM Kabupaten Malang yang terindikasi perlu perbaikan segera karena kondisinya.

“Dan harus diperbaiki. Meskipun dikategorikan aman, ada yang mendekati menjadi tidak aman,” kata dia.
Dia menjelaskan, pengambilan sampel itu dilakukan pada Juni 2025 dan dilakukan oleh pihak Dinkes Kabupaten Malang sebagai pihak eksternal. Dia menagatakan, dari sampel yang diambil ada endapan dan ada lumut meskipun tidak tebal.
Gunawan juga mengatakan, jika ada tutup manhole banyak yang berkarat dan keropos di sejumlah SPAM, akan dicek kembali. Sebab, jika memang ada indikasi ada karat dan keropos di sejumlah SPAM itu akan berbahaya jika tidak segera tertangani.
Hasil dari temuan Dinkes Kabupaten Malang pun sudah disampaikan ke PDAM Kabupaten Malang.
“Hasil laporannya sudah kita kirim, untuk dilakukan upaya perbaikan di tingkat unit. Untuk menjadi teguran bagi mereka juga. Kalau terindikasi kalau ada keropos, kalau ada banjir atau apa ya bahaya,” jelasnya ditemui blok-a.com, Senin (14/7/2025).
Dengan adanya hasil temuan ini, Gunawan menyarankan ada perawatan lebih untuk sejumlah SPAM itu. Sebab kalau dibiarkan tanpa perawatan akan berdampak ke kualitas air yang digunakan masyarakat.
“Iya kalau didiamkan itu jelas, makannya kita mengambilnya di beberapa titik, awalnya ada lumut dan karat itu kan mengindikasi. Harus dilakukan perawatan lebih,” kata dia.
Sementara itu, blok-a.com telah mengirim pesan singkat ke Dirut PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi. Namun hingga berita ini diunggah belum ada jawaban.
Tak hanya itu, media ini juga ke kantor PDAM Kabupaten Malang untuk mengkonfirmasi temuan ini. Ada seorang pegawai yang menemui, namun enggan memberikan statemen.
“Biar pak Dirut aja nanti yang memberikan jawaban,” jelasnya ke blok-a.com. (bob)








