Sejarah Kerajaan Singosari dan Peninggalannya di Malang, Berdiri Tahun 1222 Masehi

Candi Singosari, salah satu peninggalan Kerajaan Singosari (foto : Shutterstock)

Kota Malang, Blok-a.com – Kerajaan Singosari, sebuah kisah bersejarah yang menjadi bagian dari perkembangan nusantara. Prasasti-prasasti megah, sebagai manifestasi keberhasilan kerajaan, tersebar sebagai bukti kesejahteraan budaya di masa keemasan Singosari. Tak hanya itu, beragam produk kebudayaan, mulai dari patung hingga candi, membuktikan keberlanjutan dan keberagaman warisan kerajaan ini.

Kerajaan Singosari didirikan pada tahun 1222 Masehi oleh Ken Arok, seorang tokoh yang kemudian menjadi pendiri dinasti Singosari. Ken Arok berhasil meraih kekuasaan setelah membunuh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel pada saat itu. Dengan kematian Tunggul Ametung, dimulailah awal dari berdirinya Kerajaan Singosari di Jawa Timur.

Candi Singosari, Candi Jago, dan Candi Kidal adalah sedikit dari seluruh peninggalan yang dikenal luas dari Kerajaan Singasari.

Candi Singosari, yang berlokasi di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menjadi tempat pendharmaan bagi Raja Kertanegara, meskipun beberapa berpendapat bahwa candi ini mungkin tidak selesai dibangun.

Selain candi, terdapat Prasasti Mula Malurung, sebuah lempengan tembaga yang diterbitkan oleh Raja Kertanegara, juga menjadi saksi bisu keberadaan dan peranannya dalam mengesahkan Desa Malurung dan Desa Mula.

Pusat pemerintahan Kerajaan Singosari, berada di Jawa bagian timur, mengalami perkembangan pesat namun juga kendala, terutama dalam hal perebutan kekuasaan. Sistem pemerintahan yang awalnya berfokus pada pengembangan wilayah kekuasaan membawa kesuksesan dalam menguasai wilayah Sunda, Malaka, Bali, dan Kalimantan. Meskipun demikian, kerajaan ini tidak luput dari pengeroposan akibat perang saudara untuk memperebutkan kekuasaan internal.

Candi Kidal juga dibangun untuk menghormati Raja Anusapati. Dalam candi ini juga ditemukan catatan tentang kutukan keris Mpu Gandring yang dituduh menjadi penyebab kematian Anusapati oleh Tohjaya. Keris Mpu Gandring dicuri oleh Ken Arok dan melahirkan kutukan tersebut.

Kerajaan Singosari akhirnya hancur di tangan kutukan Mpu Gandring. Pada masa pemerintahan Kertanegara, kerajaan ini mengalami beberapa tantangan dan konflik internal. Sejarah mencatat, tingginya ketidakpuasan di kalangan bangsawan dan elit kekuasaan terhadap kebijakan pemerintahan akhirnya meletuskan pemberontakan. Kertanegara sendiri dikenal sebagai seorang penguasa yang otoriter dan ambisius, yang memperkenalkan reformasi yang tidak selalu disukai oleh semua pihak.

Tercatat, Kertanegara juga memiliki kebijakan agresif terhadap negara-negara tetangga, seperti Pamalayu dan Kadiri, sehingga memicu konflik dan pertempuran. Kertanegara menolak membayar upeti kepada Mongol, yang pada saat itu tengah menguasai wilayah Asia Tenggara. Sikap ini menyebabkan pasukan Mongol di bawah pimpinan Kublai Khan menyerang Jawa pada tahun 1292.

Pada tahun yang sama, pasukan Mongol yang dipimpin oleh Jayakatwang dari Kediri menyerbu Singosari. Pertempuran besar terjadi antara pasukan Mongol dan pasukan Singosari. Dalam pertempuran tersebut, Kertanegara mengalami kekalahan dan tewas, menandai akhir dari dinasti Singosari. Mongol kemudian menetapkan Jayakatwang sebagai penguasa Jawa.

Setelah hancurnya Kerajaan Singosari, Jawa Timur terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang saling bersaing. Salah satu kerajaan yang muncul setelah kejatuhan Singosari adalah Majapahit, yang kemudian menjadi salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com