KABUPATEN MALANG – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang di detik-detik mendekati hari penentuan, sudah mulai mengklaim mendapatkan dukungan dari sejumlah relawan.
Paslon petahana, SanDi (H.M Sanusi – Didik Gatot Subroto) dan paslon nomor urut dua LaDub (Lathifah Shohib – Didik Budi Muljono) yang mengklaim telah mendapat dukungan dari relawan selama kurung waktu seminggu terakhir.
Sementara itu bagaimana pergerakan paslon independen Malang Jejeg yang mengusung Heri Cahyono dan Gunadi Handoko untuk menggaet relawan?
Ketua Tim Pemenangan Malang Jejeg, Sutopo Dewangga mengaku relawan Malang Jejeg sudah ada sejak dulu. Sejak berdirinya Malang Jejeg, relawan sudah ada sejak 1,5 tahun lalu.
“Dan semakin banyak apalagi mendekati hari pencoblosan ini sudah ada ribuan relawan yang menyatakan mendukung Malang Jejeg,” kata Sutopo.
Buktinya, kata Sutopo adalah pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Malang Jejeg. Dari seribu lebih APK berupa banner, baliho ataupun spanduk, 90 persennya adalah diproduksi oleh relawan dan dipasang oleh relawan Malang Jejeg.
“Dan kami terkagum-kagum atas kerja dari relawan. Mereka memang ingin Malang jadi jejeg bersama Malang Jejeg. Kami apresiasi gerakan relawan dan insyallah Malang Jejeg nanti akan memenangkan rakyat di Pilbup Malang 2020,” tutur Sutopo.
Sutopo juga menjelaskan latar belakang relawan itu juga beragam dari nasionalis dan agamis.
“Ya bermacam-macam. Tapi khusus yang agamis pergerakannya diam-diam tidak diketahui begitu. Alasannya mengapa saya juga tidak paham,” papar ia.
Sementara itu, saat disinggung mengapa ribuan orang itu tertarik menjadi relawan Malang Jejeg, Sutopo mengaku karena sosok Heri Cahyono atau Sam HC.
“Sam HC itu dinilai banyak relawan sosok yang mampu memimpin Kabupaten Malang. Sam HC itu kreatif dan selalu punya solusi untuk mengatasi masalah yang ada di tengah masyarakat tidak hanya menunggu dan berpangku tangan ke pusat,” tutup ia.










Balas
Lihat komentar