Kota Malang, blok-a.com – Rumah Sakit (RS) Hermina Malang sukses mencatatkan sejarah sebagai rumah sakit pertama di Malang Raya yang meraih Angel’s Award kategori Platinum dari Stroke Organization Angel’s Initiative. Penghargaan bergengsi tingkat internasional ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen tinggi dalam penanganan stroke secara cepat, tepat, dan terstandar.
Direktur RS Hermina Malang, dr. Agnes Widayu Estiningsih, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras tim medis, khususnya tim Code Stroke yang telah bekerja lebih dari enam bulan mengembangkan sistem penanganan stroke darurat yang terkoordinasi.
“Dengan sistem Code Stroke, pasien stroke ditangani secara terkoordinasi dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di IGD. Ini sangat penting mengingat stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia,” ujar Agnes.
Tak hanya itu, RS Hermina juga ditunjuk sebagai pilot project layanan Code Stroke untuk wilayah Malang Raya. Tim medisnya berhasil menangani pasien stroke secara optimal, banyak di antaranya pulang tanpa alat bantu, karena datang dalam masa emas atau golden periode.
Pelayanan ini melibatkan dokter spesialis saraf, dokter emergency medicine, hingga seluruh staf dari berbagai lini rumah sakit, yang dilatih secara intensif untuk tanggap terhadap kondisi stroke. Bahkan, satpam dan petugas pendaftaran dibekali pelatihan khusus agar bisa langsung mengarahkan pasien stroke ke jalur cepat (fast track).
“Dari satpam hingga farmasi sudah tahu tugasnya. Pasien dengan gejala stroke langsung difasilitasi jalur cepat (fast track), seperti red carpet menuju IGD,” jelas dr. Siti Nurlela, dokter penanggung jawab Code Stroke.
Meski sudah meraih Platinum, dr. Siti menyebut pihak rumah sakit tak berpuas diri. Target berikutnya adalah meraih level Diamond, yang merupakan tingkatan tertinggi dalam Angel’s Award. Peningkatan dilakukan melalui pelatihan nonformal, penguatan unit penunjang, serta menjamin ketersediaan obat-obatan.
Namun tantangan besar masih ada. Dari 300 lebih kasus stroke per bulan yang ditangani RS Hermina, kurang dari 10 pasien datang dalam golden period 4,5 jam sejak serangan.
“Kami sangat berharap deteksi dini ini masuk ke pelatihan kader posyandu. Semakin cepat stroke dikenali dan dibawa ke rumah sakit, semakin besar kemungkinan pasien diselamatkan dan sembuh tanpa kecacatan,” pungkasnya. (yog)









