KABUPATEN MALANG – Paslon independen Malang Jejeg sebelumnya berencana akan menggelar crowd funding atau penggalangan dana untuk kampanye Malang Jejeg dari masyarakat. Crowd funding itu juga sudah terselenggara sejak awal kampanye Malang Jejeg 16 Oktober lalu.
Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Sutopo Dewangga menjelaskan crowd funding itu tidak berbentuk uang tunai dari masyarakat. Kata Topo, masyarakat menyumbang berupa alat peraga kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) tentang Malang Jejeg.
“Memang kami sengaja memilih APK dan BK saja untuk disumbangkan. Kalau uang rentan penyalahgunaan. Kalau barang-barang kan lebih terukur perhitungannya dan jelas penggunannya,” kata Sutopo ke Blok-A Minggu (25/10).
Selain itu, kata Sutopo, dengan adanya sumbangan APK dan BK ini akan membantu sosialisasi secara masif tentang paslon Malang Jejeg di masyarakat Kabupaten Malang.
“Jadi ya lebih membantu sosialisasi juga karena kemarin kan ada warga yang tidak tahu kami lolos. Kami harap dengan adanya bantuan dari warga ini malah akan menyemangatkan gerakan Malang Jejeg di grass root,” tuturnya.
Sementara itu, saat disinggung sudah berapa APK dan BK yang sudah tercatat sebagai sumbangan dari masyarakat, Sutopo mengaku belum tahu angka pastinya.
“Ya setidaknya sudah ada 200 an lah dan ini akan terus bertambah. Ada yang menyumbang banner, ataupun stiker Malang Jejeg dan designnya itu tidak melanggar peraturan KPU. Tidak ada gambar presiden atau wakil presiden. Pure cuma Sam HC dan Sam Gun (Heri Cahyono dan Gunadi Handoko, calon bupati dan wakil bupati yang diusung Malang Jejeg),” tutupnya.










Balas
Lihat komentar