Proyek Pusat Oleh-Oleh Rp1,5 M di Kraksaan Probolinggo Dikepung Genangan Air

Lokasi genangan air di pusat oleh-oleh khas Probolinggo di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo.
Lokasi genangan air di pusat oleh-oleh khas Probolinggo di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo.

Probolinggo, blok-a.com – Alih-alih menjadi ikon wisata belanja, Pusat Oleh-oleh Khas Probolinggo yang dibangun di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo justru membawa masalah baru.

Proyek bernilai Rp1,5 miliar yang berdiri megah di belakang kantor Kecamatan Kraksaan itu kini mendapat sorotan, karena dikepung genangan air setiap kali diguyur hujan. Hal ini pun membuat warga setempat geram.

Al-Mukarram Ustaz Muhammad Taufik, warga setempat, mengaku bahwa sebelum bangunan itu berdiri, kawasan itu tak pernah tergenang air. Sekarang, setiap hujan turun, air bertahan berhari-hari tanpa saluran pembuangan yang memadai.

“Dulu tidak pernah ada genangan air. Tapi sejak bangunan itu ada, air malah menggenang di depan,” ujar Ustaz Taufik, Kamis (13/3/2025).

Keluhan serupa datang dari Ketua RW 3, Dadang. Ia menyebut, sebelum proyek ini berdiri, terdapat tiga saluran drainase yang berfungsi baik.

Kini, air justru menggenang hingga dua hingga tiga hari, mengganggu mobilitas warga dan memicu jadi sarang nyamuk.

“Dulu air hujan langsung mengalir. Sekarang malah tertahan dan menjadi genangan. Ini bahaya,” ujarnya, Jumat (14/3).

Bahkan, dampaknya terasa hingga ke jalanan. Pengendara dari arah utara kini harus menepi ke jalur barat untuk menghindari genangan. Risiko kecelakaan pun meningkat akibat jalan yang licin dan berlubang.

Kritik warga tersebut telah sampai ke Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten Probolinggo.

Merespons hal tersebut, Kepala Dinas PERKIM, Roby Siswanto, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan lapangan.

“Terima kasih informasinya. Segera kita cek lapangan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (14/3/2025).

Setelah pengecekan, pihaknya berjanji akan membuat sudetan drainase agar air tak lagi menggenang.

Warga berharap langkah nyata segera dilakukan agar genangan tak terus berulang.

“Kami hanya ingin solusi. Jangan sampai genangan ini berlarut-larut dan berujung pada masalah kesehatan,” tegas Dadang.(jon/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com