Proyek Payung Madinah di Pasuruan Rusak & Resahkan Warga, Pemerintah Diam Seribu Bahasa

Replika Payung Madinah di Pasuruan (Istimewa)
Replika Payung Madinah di Pasuruan (Istimewa)

Pasuruan, Blok-a.com– Replika Payung Madinah, ikon wisata religi di Alun-alun Kota Pasuruan tuai sorotan publik. Pasalnya, salah satu dari payung raksasa itu kini rusak cukup serius.

Bagian payung terbuka dan ada tangga proyek yang terlihat dibiarkan tanpa ada teknisi pembetulan. Kondisi ini tidak hanya mengurangi nilai estetika kawasan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan keamanan pengunjung.

Kerusakan ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas publik yang dinilai kurang optimal.

Beberapa warga bahkan mengaku sudah melihat kerusakan tersebut sejak lama, namun belum ada tanda-tanda perbaikan.

“Saya lihat bolongnya di bagian bawah payung agak besar. Sayang sekali, ini kan simbol kota Pasuruan, harusnya dirawat dengan baik,” ujar Apip, warga yang sering beraktivitas di sekitar Alun-alun.

Ketua DPD Jawa Timur LSM Jawapes, Sugeng Samiaji, menilai kerusakan itu sebagai bentuk kelalaian dari instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan perawatan.

“Kami sangat menyayangkan kondisi payung Madinah yang rusak parah. Ini proyek bernilai besar yang seharusnya dijaga. Pemerintah Kota Pasuruan harus transparan dan bertanggung jawab. Kami akan mendorong agar ada audit terhadap anggaran pemeliharaan dan pelaksanaan proyek ini,” tegas Sugeng.

Sugeng menambahkan, pihaknya siap mengawal kasus ini agar tidak berhenti di permukaan saja dan memastikan ada kejelasan tindak lanjutnya.

Sementara itu, upaya klarifikasi telah dilakukan kepada Dinas Pariwisata Kota Pasuruan, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi.

Bahkan, permintaan pernyataan resmi juga telah disampaikan kepada Wali Kota Pasuruan dan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, namun keduanya belum memberikan jawaban.

Lebih lanjut, saat tim blok-a.com, mencoba meminta keterangan langsung kepada mekanik yang berada di lokasi Alun-alun, yang bersangkutan memilih diam dan tidak memberikan komentar apa pun.

Dengan kondisi cuaca yang tak menentu belakangan ini, warga khawatir kerusakan akan semakin parah dan bahkan membahayakan pengunjung.
(fer/bob)

Exit mobile version