Banyuwangi blok-a.com – Jumlah hewan ternak yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus meningkat. Bahkan dari 9 kecamatan yang terpapar PKM kini bertambah menjadi 14 kecamatan, dengan total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 118 hewan ternak.
Cepatnya penularan PMK tersebut, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan, mengambil langkah untuk menutup sementara sejumlah pasar hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterine Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Nanang Sugiharto mengatakan merebaknya jumlah hewan ternak yang terpapar PMK ini, pihaknya berencana pada minggu depan menutup pasar hewan.

“Pada Minggu ini, pasar hewan Wongsorejo dan Glagah dijadwalkan ditutup sementara,” kata Nanang Sugiharto, Selasa (7/6/2022)
Sedangkan pasar hewan Rogojampi dan Glenmore pihaknya masih melakukan koordinasi.
“Untuk pasar hewan Glenmore dan Rogojampi kami masih melakukan koordinasi,” ucapnya.
Menurut Nanang penutupan pasar hewan Wongsorejo dan Glagah itu atas usulan dari masyarakat. Para peternak mulai resah dengan wabah virus PMK yang terus meningkat ini
“Dari usulan masyarakat itu, kami bersama Forpimka berinisiatif menutup sementara pasar hewan. Karena Lalulintas ternak itu paling tinggi ya di pasar,” ujarnya.
Agar virus PMK tidak menyebar ke hewan ternak, pihaknya terus bergerak untuk melakukan tindakan pencegahan. Sejak PMK mewabah di bumi Blambangan ini, pihaknya bersama kepolisan mengeluarkan kebijakan melarang perdagangan hewan ternak antar wilayah
“Antisipasi merebaknya PMK, kami sering melakukan sosialisasi upaya pencegahan. Tapi jika ditemukan hewan gejala positif PMK kami langsung kami lakukan isolasi, hewan ternak tidak boleh dikeluarkan, dan harus tetap di dalam kandang,” tandasnya.
Walaupun wabah PMK meningkat, kata Nanang pihaknya hingga saat ini masih belum mendapat laporan ada hewan ternak yang mati karena terpapar PMK.
“Kami belum pernah mendapat laporan atau mendengar selintingan ada hewan ternak yang mati karena terkena PMK. Bahkan justru sebaliknya, kami mendapat laporan tingkat kesembuhan hewan sangat banyak. Karena hewan yang positif PMK langsung kami obati secara maksimal, hasilnya sangat bagus, dan hewan banyak yang sembuh,” pungkasnya. (Kuryanto)










Balas
Lihat komentar