Kota Malang, blok-a.com – Plengsengan penahan gorong-gorong di Jalan Terusan Dieng Kota Malang ambrol.
Plengsengan itu ambrol sejak dua minggu lalu. Ukurannya sepanjang 30 meter dan tingginya 8,5 meter.
Plengsengan itu terlihat terjatuh menutupi aliran sungai dan hingga kini tidak nampak ada proses evakuasi.
“Setahu saya itu ambrol sekitar dua minggu lalu. Ukurannya cukup besar dan jatuh ke sungai,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya di lokasi, Rabu (11/1/2023).
Menurut warga tersebut, plengsengan itu dibangun asal-asalan. Buktinya, menurut dia, plengsengan itu ambrol sebelum pembangunan gorong-gorong rampung.
“Kayaknya asal-asalan itu, karena itu kan saya ambrol sebelum selesai pembangunannya,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksana proyek CV Ragil Mas, Choirul Anam mengatakan, dia yang membangun plengsengan itu.
Dia menjelaskan, plengsengan atau dinding untuk dudukan gorong-gorong itu adalah inisiatifnya. Plengsengan itu bukan merupakan item dalam pembangunan itu.
Plengsengan itu ia bangun untuk antisipasi supaya gorong-gorong itu tidak ambrol.
Namun ternyata penahan itu malah ambrol. Alasannya karena lokasi plengsengan banyak timbunan sampah.
“Kemarin itu sebetulnya dindingnya sudah jadi, tinggal pengurukan atau pengisian tanah. Itu untuk dudukan saluran. Tapi ternyata dindingnya tidak kuat menahan. Padahal kedalaman pengecoran sudah 5 meter dan sesuai spek,” jelasnya.
Karena plengsengan itu sudah ambrol, kini Anam menyangga gorong-gorong itu dengan beton plengsengan sementara.
Untuk plengsengan yang ambrol dan berada di sungai itu Anam masih menunggu keputusan DPUPRPKP Kota Malang.
“Rencananya puing-puing itu tingginy 8,5 meter dan panjangnya 30 meter. Rencananya puing-puing itu masih menunggu dari dinas. Karena memang menghalangi dari arus air,” jelasny.
Selama melakukan pekerjaan pembangunan gorong gorong tersebut, Anam mengaku memang terkendala hujan dan tanah labil. Dia menyebut bahwa proyek sepanjang sekitar 551 meter itu, sekitar 200 meter diantaranya ambrol karena tanahnya yang labil.
“Banyak yang ambrol, kalau dihitung hitung panjangnya sampai 200 meter. Lebar galian yang harusnya 2,5 sampai 3 meter banyak yang ambrol jadi 4 meter. Kontur tanahnya memang jelek,” ujarnya.
Namun menurutnya, proyek tersebut saat ini sudah rampung seluruhnya. Pihaknya juga mengaku baru saja melakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara dengan Pemkot Malang.
Kini, puing puing beton plengsengan itu masih berada di sungai dan berpotensi besar akan menghalangi arus sungai. Sampah sampah juga tampak menyangkut di puing puing itu. Sementara di atas plengsengan itu terpasang garis polisi.
Sebagai informasi, Pemkot Malang menggelontorkan anggaran untuk pembangunan gorong gorong tersebut sebesar Rp 5,2 milyar. Gorong gorong itu digadang gadang akan memecah masalah banjir di wilayah Jalan Galunggung hingga wilayah Bareng. (bob)




